Cegah Narkoba dan Radikalisme, Banyuasin Tekankan Peran Keluarga Lindungi Generasi Muda

Cegah Narkoba dan Radikalisme, Banyuasin Tekankan Peran Keluarga Lindungi Generasi Muda

Banyuasin – Keluarga menjadi salah satu garda terdepan dalam melindungi anak-anak dan remaja dari penyalahgunaan narkoba maupun pengaruh paham radikalisme. Penguatan peran keluarga perlu berjalan beriringan dengan keterlibatan pemerintah dan masyarakat agar generasi muda tumbuh dengan karakter kuat, memiliki kepedulian sosial, serta memahami nilai-nilai kebangsaan.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banyuasin di Gedung Aula Kecamatan Sembawa, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Camat Sembawa, Erman Taufik, mengapresiasi penunjukan wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat diperlukan agar pemahaman tentang bahaya narkoba tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Narkoba dapat merusak masa depan anak-anak kita. Karena itu, kita semua harus berperan aktif dalam memberikan pemahaman dan pengawasan kepada generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Upaya pencegahan, lanjutnya, membutuhkan kepedulian bersama, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat. Anak-anak dan remaja perlu mendapatkan pemahaman yang memadai tentang risiko narkoba sekaligus pendampingan agar mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi pengaruh negatif dari lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banyuasin, Aminuddin, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan kewaspadaan terhadap paham radikalisme. Menurutnya, ketahanan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga kemampuan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

Organisasi kemasyarakatan, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), memiliki peran strategis dalam memperkuat toleransi antarumat beragama dan antarsuku. Melalui komunikasi dan kerja sama yang baik, masyarakat diharapkan mampu merawat kerukunan sekaligus mencegah berkembangnya paham yang bertentangan dengan nilai persatuan.

Aminuddin juga menempatkan keluarga sebagai lingkungan pertama dalam pembentukan karakter anak. Penanaman nilai-nilai kebangsaan, pengawasan yang proporsional, serta komunikasi yang terbuka menjadi bagian penting untuk membantu generasi muda mengenali dan menghindari pengaruh negatif, baik berupa penyalahgunaan narkoba maupun paham radikalisme.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Penyuluhan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banyuasin, Syamsuri, memaparkan dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, terutama fungsi otak dan kondisi psikologis penggunanya. Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan ketergantungan serta mengganggu kesehatan dan kehidupan sosial seseorang.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan menjauhi penyalahgunaan narkoba. Kepedulian tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi penyalahgunaan ataupun peredaran narkoba. Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap keluarga, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dapat memperkuat sinergi dalam melindungi generasi muda. Pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan tidak hanya menekan risiko penyalahgunaan narkoba, tetapi juga memperkuat karakter, toleransi, dan ketahanan sosial masyarakat di Kabupaten Banyuasin.