Palangka Raya – Upaya memperkuat ketahanan ideologi bangsa terus dilakukan di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya tantangan sosial. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komisi XIII DPR RI menggelar Sarasehan Penguatan Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tambun Bungai, Palangka Raya, Minggu (2/8).
Kegiatan tersebut dibuka Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Bias Layar. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.
Menurut Bias, perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, menguatnya politik identitas, hingga menurunnya sikap toleransi di ruang publik. Dalam situasi tersebut, Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di tengah derasnya arus digitalisasi, hoaks, politik identitas, hingga penurunan toleransi, Pancasila harus menjadi kompas penuntun arah bangsa. Ini penting demi menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.
Ia menilai penguatan ideologi tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Generasi muda, kata Bias, perlu memahami proses sejarah lahirnya Pancasila agar memiliki kesadaran untuk mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Pancasila bukan hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pandangan hidup, ideologi nasional, perekat kebangsaan, sekaligus landasan pembangunan di berbagai bidang.
Karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan, dialog kebangsaan, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial.
Sarasehan tersebut menghadirkan Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP, Dr. Mukhamad Fachrurozi, S.Sos., M.Si., serta akademisi Universitas Palangka Raya, Dr. Heria Mariaty, S.H., M.Hum., sebagai narasumber.
Keduanya mengulas pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan, mulai dari menguatnya polarisasi sosial hingga perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
Melalui kegiatan ini, BPIP bersama Komisi XIII DPR RI berharap lahir lebih banyak Relawan Kebajikan Pancasila yang mampu menjadi penggerak penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, maupun masyarakat.
Keberadaan para relawan tersebut diharapkan tidak hanya memperluas pemahaman masyarakat mengenai Pancasila, tetapi juga mendorong praktik nyata nilai gotong royong, toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!