Bom Guncang Gereja di Pakistan, 9 Tewas 56 Terluka

Pakistan- Bom bunuh diri terjadi di Gereja Metodis, Kota Quetta, di sebelah barat daya Provinsi Balochistan, Pakistan, menewaskan sembilan orang dan melukai 56 orang lainnya.

Peristiwa mengerikan tersebut terjadi ketika 400 jamaah gereja tengah melakukan pelayanan pra Natal. Petugas kepolisian setempat telah berupaya mencegat dan menembak salah satu pelaku bom bunuh diri di luar gereja, namun pelaku lainnya berhasil masuk dan meledakkan diri di pintu utama rumah ibadah itu.

“Kami membunuh salah satu dari mereka, dan yang satunya meledak sendiri setelah polisi melukainya,” kata Kepala polisi Baluchistan Moazzam Jah, seperti dikutip Reuters, Minggu (17/12/2017).

Kepala Polisi Quetta Abdur Razzaq Cheema mengatakan, pihaknya memburu sejumlah pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri saat insiden itu berlangsung.

Sejauh ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun polisi memperkirakan pelakunya adalah para ekstremis yang selama ini kerap menargetkan minoritas Kristen di Pakistan.

Televisi lokal menunjukkan ambulans dan patroli keamanan berlomba ke tempat kejadian dan wanita dan anak-anak dibawa keluar dari gerbang utama gereja.

Salah seorang jemaat gereja yang terluka, Aqil Anjum, yang ditembak di lengan kanannya, mengatakan bahwa dia mendengar sebuah ledakan di tengah kebaktian, diikuti oleh tembakan senjata yang berat. “Sungguh mengerikan. Peluru berhamburan mengenai para jemaat gereja yang sedang beribadah, “katanya.
.
Sekitar 1,6 persen atau 2 juta penduduk Pakistan menganut agama kristen. Mereka telah menjadi target serangkaian serangan dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden Pakistan dan pejabat senior lainnya mengecam serangan tersebut.