BNPT Harus Dilibatkan Dalam Kasus Teror Novel Baswedan

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) harus dimita untuk ikut memperkuat tim penyidikan dalam kasus serangan teror terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Hal itu dikatakan mantan juru bicara Panitia Seleksi (Pansel) Calon Komisioner KPK, Betti Alisjahbana. Dia menilai, keterlibatan BNPT sangat diperlukan karena lambannya institusi Polri mengungkap otak di balik serangan teror terhadap Novel Baswedan.

Dia mengaku bahwa banyak pihak yang geram dengan lambannya pengungkapan kasus itu. Presiden Joko Widodo pun diminta segera bertindak tegas, karena apa yang menimpa Novel Baswedan bukan kasus kriminal tetapi sebuah serangan teror.

“Saya percaya di Indonesia banyak orang hebat termasuk di Polri juga BNPT. Banyak kasus teror yang bisa diungkap dalam waktu cepat. Karena ini sebuah teror maka BNPT harus dilibatkan,” kata Betti Alisjahbana di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) Jakarta, kemarin.

Dikatakan, serangan yang dilakukan terhadap Novel merupakan bentuk lain dari serangan teror. Jika pemerintah ingin secepatnya mengungkap kasus ini, Presiden Joko Widodo harus segera membentuk tim yang melibatkan BNPT dan Densus 88 Antiteror.