Jakarta – Ancaman radikalisme dan terorisme terus berkembang mengikuti perubahan zaman, termasuk merambah ruang digital. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) untuk memperdalam kajian dan riset sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih adaptif.
Kepala BNPT, Komjen Pol (purn) Eddy Hartono, menegaskan bahwa pendekatan akademik menjadi salah satu instrumen penting dalam menghadapi ancaman terorisme modern yang semakin kompleks.
“Kolaborasi dengan PTIK merupakan amanat undang-undang dalam kerangka kesiapsiagaan nasional. Implementasinya salah satunya melalui penyusunan kajian-kajian mendalam terkait dinamika terorisme dan pelaksanaan RAN PE,” ujar Eddy di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, hasil penelitian dan analisis akademik akan membantu pemerintah merumuskan langkah pencegahan yang lebih tepat sasaran, terutama menghadapi penyebaran paham radikal yang kini banyak bergerak melalui platform digital.
Penguatan kerja sama itu dibahas dalam Rapat Tindak Lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BNPT dan STIK-PTIK di Bogor. Fokus pembahasannya tidak hanya pada pengembangan kajian strategis, tetapi juga meliputi penelitian bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pertukaran data dan informasi.
Kolaborasi ini sekaligus diarahkan untuk mendukung implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Fase Kedua periode 2026–2029.
Eddy menilai sinergi antara lembaga negara dan institusi pendidikan menjadi elemen penting untuk memperkuat sistem pencegahan nasional.
“Kolaborasi strategis diperlukan agar kesiapsiagaan nasional semakin kuat dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme yang terus berubah, termasuk yang berkembang di ruang digital,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pusat Studi Terorisme STIK Komjen Pol (purn) Prof. Dr. Mohammed Rycko Amelza Dahniel memastikan pihaknya siap mendukung penuh agenda nasional penanggulangan terorisme.
“PTIK bersama seluruh civitas academica berkomitmen untuk menyukseskan RAN PE Fase Kedua sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia akademik dalam menjaga keamanan nasional,” kata Rycko.
Melalui kerja sama ini, BNPT berharap pencegahan terorisme tidak hanya bertumpu pada pendekatan keamanan, tetapi juga diperkuat oleh ilmu pengetahuan, riset, dan keterlibatan masyarakat luas agar Indonesia tetap aman, damai, dan tangguh menghadapi ancaman masa depan.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!