Foto by caribbeanblueholidays.com

BNPT Didorong Terus Tingkatkan Profesionalisme Pers dalam Peliputan Terorisme

Denpasar – Pers dinilai memiliki peran strategis dalam membantu pencegahan terorisme, namun kesadaran dan profesionalisme belum dilaksanakan secara maksimal. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) didorong untuk terus meningkatkan profesionalisme pers di bidang tersebut.

Hal itu yang terungkap dari kegiatan Media Visit BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Bali ke beberapa redaksi media massa pers di Kota Denpasar, Rabu (29/6/2016).

Redaktur Pelaksana Harian Umum Nusa, Wayan Wilasa, mengatakan saat ini kesadaran wartawan untuk bekerja berdasarkan koridor Jurnalistik masih belum maksimal.

“Kondisi seperti ini membutuhkan kehadiran lembaga seperti BNPT untuk meningkatkan kesadaran wartawan,” kata Wayan.

Hal yang sama disampaikan Kepala Bidang Siaran RRI Denpasar, Heryadi, yang menyampaikan beberapa crew dan reporternya masih bingung dengan adanya saran siaran langsung media massa dalam sebuah peristiwa teror tidak dilaksanakan.

“Apa yang salah dengan siaran langsung, itu BNPT harus bisa menjelaskan ke media massa dan wartawan di lapangan. Selama ini kami di lapangan menganggap itu hal yang wajar,” kata Heryadi.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Willy Pramudya, mengungkapkan pentingnya media massa berlaku secara profesional dalam peliputan isu-isu terorisme. “Pers yang profesional, di tengah peristiwa terorisme pemberitaannya tidak akan memunculkan teror baru bagi masyarakat,” tegasnya.

Willy menambahkan, BNPT memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan profesionalisme pers dalam peliputan isu-isu terorisme. Hal ini disebutnya sebagai bagian dari upaya pencegahan terorisme.

“Harus diakui saat ini kesadaran media massa dalam memberikan pelatihan ke wartawan pemulanya sudah sangat menurun. Oleh karena itu manfaatkan kegiatan pelatihan seperti yang diadakan BNPT dan lembaga-lembaga negara atau pihak swasta lainnya,” urai Willy.

Media Visit adalah rangkaian dari program Pelibatan Media Massa dalam Pencegahan Terorisme. Satu kegiatan lain dari program ini adalah Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme yang akan dilaksanakan pada Kamis (30/6/2016). []