Bentengi Pelajar dari Radikalisme, Babinsa Koramil 22/Ulim Beri Wawasan Kebangsaan di MAN 2 Pidie Jaya

PIDIE JAYA – Upaya membentengi generasi muda dari ancaman pemahaman radikal, intoleransi, dan ekstremisme terus dilakukan di lingkungan sekolah.

Babinsa Koramil 22/Ulim Kodim 0102/Pidie, Sertu Sujarwo, memberikan wawasan kebangsaan sekaligus sosialisasi rekrutmen prajurit TNI kepada puluhan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pidie Jaya, Kecamatan Ulim, Selasa (13/10).

Kegiatan pembinaan teritorial ini dirancang untuk menumbuhkan jiwa patriotisme serta mengarahkan energi positif generasi muda kepada pengabdian bangsa.

“Saya menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian penting dari pembinaan teritorial TNI AD untuk membakar semangat nasionalisme dan menanamkan nilai-nilai bela negara sejak dini. Menjadi prajurit TNI bukan sekadar mencari pekerjaan, melainkan sebuah panggilan mulia untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Sujarwo.

Ia menekankan agar para pelajar tekun belajar, disiplin, menjauhi narkoba, serta membentengi diri dari pengaruh ajaran intoleran yang memecah belah.

Dalam kesempatan itu, aparat teritorial membekali siswa dengan pemahaman pentingnya persiapan diri secara holistik, mulai dari fisik, akademik, hingga pembentukan karakter jujur dan tangguh. Pembentukan karakter kebangsaan yang kuat sejak bangku sekolah dinilai sebagai benteng paling ampuh mencegah infiltrasi ideologi radikal di kalangan remaja.

“Kalian harus menjaga kesehatan fisik, mental, dan membiasakan hidup bertanggung jawab di lingkungan masyarakat. Ketika generasi muda memiliki cita-cita yang tinggi dan kecintaan mendalam pada tanah air, maka ajaran radikalisme maupun propaganda terorisme tidak akan mampu mempengaruhi pikiran kalian,” lanjutnya.

Selain menanamkan nilai persatuan, Sujarwo juga mengedukasi siswa mengenai integritas dan transparansi proses penerimaan prajurit guna mencegah praktik percaloan dan informasi palsu. Ia menegaskan seluruh proses rekrutmen TNI dilaksanakan transparan, objektif, dan tanpa biaya apapun.

Ia meminta siswa yang berminat mendaftar TNI maupun Polri tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, serta mencari informasi resmi melalui jalur resmi TNI.

Antusiasme tinggi ditunjukkan para siswa saat berdiskusi mengenai persyaratan pendaftaran dan kiat menjaga ketahanan diri di era digital. Pihak sekolah menyambut positif sinergi ini sebagai langkah preventif pembinaan moral peserta didik.

Jajaran guru MAN 2 Pidie Jaya berharap kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter yang efektif agar siswa tumbuh menjadi pribadi toleran, cinta tanah air, dan terhindar dari pengaruh buruk pergaulan maupun ajaran ekstremis.

“Saya berharap melalui sosialisasi ini akan lahir generasi penerus bangsa dari Pidie Jaya yang berprestasi, berkarakter kuat, dan siap menjaga keutuhan NKRI. Dengan wawasan kebangsaan yang kokoh, kita memastikan kedamaian dan persatuan bangsa akan terus terjaga di masa depan,” pungkas Sujarwo.