Belajar Toleransi dari Festival Kue Bulan di Jember

JEMBER — Perayaan Festival Kue Bulan di Jember sukses menjadi ruang edukasi lintas budaya yang inklusif bagi generasi muda guna merawat kerukunan, Senin (28/9/2026). Penanggung Jawab Vihara Jagantha Maitreya Jember, Adiwijaya, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga tradisi dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melansir pemberitaan RRI Jember, Adiwijaya menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran generasi muda agar proaktif melestarikan warisan budaya tersebut.

“Manusia itu hidup tidak lepas dari tradisi dan budaya. Harapannya, kami mengumpulkan para mahasiswa se-Jember untuk memberikan edukasi bahwa budaya dan tradisi itu butuh dilestarikan,” ujar Adiwijaya seperti yang dikutip dari situs RRI (28/09).

Di sisi lain, interaksi lintas kultural yang terbangun di dalam festival dirasakan dampaknya secara langsung oleh para pemuda yang hadir. Ruben Alexander Manurung, salah satu mahasiswa peserta kegiatan, berpendapat bahwa pergelaran ini berfungsi sebagai pintu gerbang pemahaman, di mana warga dapat saling melihat dan menghargai adat istiadat dari keyakinan yang berbeda secara terbuka.

“Ini sebuah pembuka bagi toleransi di Indonesia, karena dengan adanya acara ini kita diperlihatkan bagaimana suatu agama yang berbeda daripada kita menunjukkan kebiasaan ataupun adat istiadat mereka,” ungkap Ruben.