Bangun Kesiapsiagaan Nasional, BNPT Gelar Sosialisasi Buku Saku
Deteksi Dini di Tingkat Desa

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus
membangun kesiapsiagaan nasional di tingkat Kelurahan/Desa, hal
tersebut dilakukan dengan menyelenggarakan Sosialisasi Buku Saku
Deteksi dan Cegah Dini Potensi Radikal Terorisme di Kelurahan/Desa
wilayah Semarang, Jawa Tengah pada 5-6 Juni 2024.

Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT, Brigjen Pol. Wawan Ridwan
menjelaskan jika sosialisasi Buku Saku ini bertujuan untuk membangun
sistem deteksi dan cegah dini pada tingkat kelurahan dan desa dengan
pelibatan dan peran aktif Lurah/Kepala Desa, Babinsa dan
Bhabinkamtibmas.

“Diharapkan dengan adanya buku ini, mereka dapat memiliki kebersamaan
dalam bertindak mendeteksi dan mencegah potensi radikal terorisme di
wilayah mereka,” jelasnya di hadapan puluhan peserta yang terdiri dari
perwakilan unsur Lurah/Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas di
Kota/Kabupaten Semarang serta perwakilan dari Polda Jawa Tengah, Kodam
IV/Diponegoro, Bakesbangpol Provinsi Jateng, Polres Semarang, Kodim
Semarang dan Salatiga, serta Bakesbangpol Kota/Kabupaten Semarang.

Brigjen Pol. Wawan menambahkan dalam buku saku ini, subtansi tugas
pencegahan paham radikal terorisme diterjemahkan secara praktis dengan
mencari titik tengah/benang merah pada masing-masing kebijakan
instansi yang saling beririsan.

“Tiga pilar ini memiliki tugas pokoknya sendiri-sendiri, namun dalam
menangani ancaman radikal terorisme di Desa, mereka punya kebersamaan
tindak yang dituangkan melalui pedoman di buku ini,” jelasnya.

Dengan hadirnya buku saku ini, Wawan berharap para Lurah/Kepala Desa,
Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat semakin baik dan menguasai ilmu
serta teknik pencegahan paham radikal teorisme di wilayah
Kelurahan/Desa.

“Dengan adanya buku saku ini, unsur Tiga Pilar dapat lebih menguasai
dalam mencegah dan menangkal penyebaran paham radikal yang ada di
masing-masing wilayahnya sehingga tugas pencegahan paham radikal
terorisme dapat berjalan semakin baik,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jateng, Haerudin sangat
setuju dengan upaya peningkatan kemampuan untuk mendeteksi dan
melakukan cegah dini radikal teorisme yang dapat dipedomani para
Lurah/Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas melalui hadirnya buku
saku tersebut.

Menurutnya, segala bentuk ancaman dan gangguan keamanan termasuk
radikal teorisme dapat dicegah sedini mungkin apabila aparatur di
lingkup pemerintahan terkecil menjadi lebih peka dan waspada terhadap
kondisi masyarakat di desa mereka.

“Kalau Lurah/Kepala Desa, RT/RW juga peka dengan kejadian yang
terlihat aneh, kita bisa saja mendeteksi adanya pelaku terorisme.
Karena rata-rata yang melakukan bukan warga asli desa tapi biasanya
pendatang. Dan meskipun warga desa asli, tapi biasanya dia pernah
keluar, karena alasan belajar dan sebagainya kemudian balik lagi ke
desa tersebut, namun ketika ada perubahan yang mencolok dari warga
desa tersebut, ini yang harus jadi perhatian,” ungkapnya.