DENPASAR — Pemuda Nahdliyyin Indonesia (PNI) Provinsi Bali menggelar diskusi publik bertema “Bali di Persimpangan Sosial dan Budaya” di Denpasar pada Minggu (13/9/2026). Forum ini diselenggarakan dengan fokus utama untuk memperkuat konsep pariwisata toleransi, sehingga dinamika keberagaman di Bali dapat dikelola secara terstruktur menjadi sebuah kekuatan yang solid.
Dalam agenda tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, yang akrab disapa De Gadjah, menyampaikan visinya bersama sejumlah tokoh lintas agama agar Bali direpresentasikan di kancah global tidak hanya sebagai destinasi wisata budaya dan olahraga, melainkan juga sebagai wilayah empiris untuk merasakan keramahan, persaudaraan, dan toleransi.
“Tantangannya adalah bagaimana keterbukaan membawa manfaat tanpa membuat Bali kehilangan tata budayanya. Bali terbuka dengan siapa saja. Tetapi pada saat yang sama, kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga Bali dan membangun kesejahteraan bersama,” ucap De Gadjah seperti yang dilansir dari radarbali.id (13/09).
De Gadjah mengatakan, aspek kohesi sosial dan literasi digital perlu dikedepankan, di mana masyarakat diimbau untuk bijak dalam menyaring informasi.
“Jangan asal copy, repost, atau membuat narasi yang mengadu domba sehingga menimbulkan kericuhan. Tetapi bagaimana di tengah api kita bisa menjadi air, di tengah panas kita menjadi penyejuk, dan di tengah kehausan kita menjadi pelepas dahaga,” pesannya.
Terkait upaya strategis menjaga keseimbangan antara akselerasi ekonomi dan pelestarian identitas lokal, De Gadjah menyoroti tanggung jawab kolektif dari seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan perlunya mengadopsi prinsip kolaborasi yang ramah lingkungan, ramah masyarakat, dan relevan dengan keadaan lokal Bali.
Diskusi publik mengenai tatanan sosiokultural ini juga melibatkan pemaparan dari sejumlah narasumber legislatif, di antaranya Wakil Ketua Baleg DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB Bali, Dr. Iman Sukri, M.Hum., serta Anggota DPD RI Provinsi Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!