Babinsa Diperkuat Jadi Pendeteksi Dini Ancaman Radikalisme di Labuhanbatu

Labuhanbatu – Ancaman radikalisme dan intoleransi tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan terbuka. Karena itu, kemampuan aparat kewilayahan membaca perubahan sosial dan mengenali potensi ancaman sejak dini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan masyarakat.

Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Babinsa jajaran Kodim 0209/Labuhanbatu mengikuti Sosialisasi Penanggulangan Terorisme, Radikalisme, dan Intoleransi secara daring di Aula Yan Piter Polres Labuhanbatu, Jalan MH Thamrin, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (16/9).

Kegiatan yang diikuti secara serentak tersebut dihadiri Wakapolres Labuhanbatu Kompol P.S. Simbolon, S.H., serta KBO Binmas Polres Labuhanbatu Iptu O. Siregar. Materi yang diberikan menitikberatkan pada penguatan kemampuan aparat dalam melakukan deteksi dini, memetakan potensi ancaman, serta mengenali indikasi penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.

Forum tersebut juga mempertemukan peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam menjaga kondisi sosial di tingkat kewilayahan. Sinergi TNI-Polri dinilai penting karena kedua unsur tersebut memiliki interaksi langsung dengan masyarakat dan berada di tengah dinamika sosial yang berkembang di wilayah binaan.

Wakapolres Labuhanbatu menekankan pentingnya respons cepat ketika muncul indikasi persoalan yang berpotensi berkembang menjadi konflik atau penyebaran intoleransi. Namun, langkah tersebut perlu dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis agar pencegahan tidak justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Babinsa tidak hanya dituntut memahami aspek keamanan, tetapi juga mampu membangun komunikasi sosial dengan berbagai unsur masyarakat. Interaksi yang intensif dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun kelompok warga menjadi salah satu cara untuk memahami persoalan sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat lokal.

Pasiter Kodim 0209/LB Kapten Inf. Sugianto mengatakan peningkatan kapasitas Babinsa merupakan bagian mendasar dari pelaksanaan pembinaan teritorial.

“Kodim 0209/LB terus mendorong para Babinsa untuk mempererat komunikasi sosial dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, guna memelihara situasi wilayah yang harmonis, toleran, serta kondusif dari ancaman radikalisme,” tegas Sugianto.

Menurut dia, komunikasi yang terbangun dengan masyarakat dapat menjadi modal penting dalam mendeteksi perubahan situasi di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, potensi persoalan dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Komandan Kodim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav. Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P., menegaskan bahwa penguatan wawasan tersebut merupakan bagian dari komitmen jajarannya menjaga keutuhan NKRI di tingkat lokal.

“Deteksi dini dan cegah dini adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Melalui penguatan wawasan ini, Babinsa Kodim 0209/LB siap menjadi benteng terdepan yang responsif, humanis, dan bersinergi dengan Polri serta masyarakat untuk menangkal setiap radikalisme, terorisme, dan intoleransi di Kabupaten Labuhanbatu dan Labura,” tegas Hanung.

Pendekatan tersebut menempatkan pencegahan sebagai kerja bersama, bukan semata-mata tugas aparat keamanan. Keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga diperlukan untuk menjaga ruang sosial tetap terbuka, toleran, dan mampu merespons berbagai potensi penyebaran paham ekstrem.