AS Tarik Sebagian Pasukan dari Nigeria Usai Tewaskan Pimpinan ISIS

JAKARTA – Amerika Serikat (AS) menarik sebagian besar pasukan operasi khusus dari wilayah timur laut Nigeria pasca-selesainya misi militer yang menargetkan kepemimpinan kelompok Negara Islam (ISIS). Keputusan penarikan pasukan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Komandan Komando Afrika AS (AFRICOM), Jenderal Dagvin Anderson, dalam konferensi kepala pertahanan Afrika di Luanda, Angola, pada Kamis (2/7/2026).

“Kami telah menarik sebagian besar pasukan yang berada di sana hanya untuk operasi tersebut. Namun, kami terus melanjutkan kemitraan yang diminta Nigeria untuk membantu berbagi intelijen dan pemahaman yang diperlukan dalam melaksanakan tugas-tugas sulit ini,” ujar Jenderal Dagvin Anderson, dilansir dari laporan IDN Times yang mengutip DW, Kamis (2/7/2026).

Mengutip IDN Times berdasarkan laporan BBC, operasi gabungan AS dan militer Nigeria yang dipusatkan di kawasan Danau Chad tersebut berhasil melumpuhkan hampir 200 milisi ISIS. Salah satu target utama yang tewas dalam operasi tersebut adalah wakil komandan global kelompok jihadis, Abu-Bilal al-Minuki.

Menteri Pertahanan Nigeria, Christopher Musa, menjelaskan bahwa pasukan tempur AS memang didatangkan secara khusus untuk operasi di Danau Chad dan ditarik kembali setelah target selesai. Ia memastikan penarikan pasukan AS ini tidak akan mengganggu momentum operasi domestik karena militer Nigeria tetap memburu sisa kelompok militan secara mandiri.

Di sisi lain, Juru Bicara Militer Nigeria, Jenderal Mayor Samaila Uba, menyatakan bahwa tidak seluruh personel AS meninggalkan negara tersebut. Personel militer AS yang ditugaskan untuk memberikan pelatihan bantuan teknis rutin dipastikan tetap bertahan di Nigeria. Hal senada ditegaskan oleh Jenderal Mayor Michael Onoja, yang memastikan kerja sama pertukaran informasi intelijen antara AS dan Nigeria terus berjalan demi menjaga stabilitas kawasan.