Arab Saudi Cabut Kewarganegaraan Hamza bin Laden

Jakarta – Pemerintah Arab Saudi telah mencabut hak kewarganegaraan putra mendiang pemimpin Al-Qaeda, Hamza bin Laden. Satu hari setelah Amerika Serikat menawarkan hadiah 1 juta dolar AS untuk informasi keberadaan Hamzah.

Hamzah bin Laden, putra almarhum pemimpin Al Qaeda yang terbunuh dalam serangan militer AS di Pakistan pada 2011 lalu itu, dilaporkan menjadi tokoh yang semakin menonjol dalam jaringan teror.

Dikutip dari dailymail.co.uk, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka telah mencabut kewarganegaraan Hamzah bin Laden melalui keputusan kerajaan pada bulan November lalu, namun tidak diketahui mengapa keputusan itu diumumkan pada Senin (4/3/2019).

Sebelumnya Hamzah bin Laden, yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun telah merilis pesan audio dan video yang menyerukan serangan yang disebut “lone wolf” terhadap AS dan sekutunya.

Istilah “lone wolf” menurut kamus bebas wikipedia adalah serigala penyendiri (tunggal), yang diartikan sebagai binatang atau manusia yang umumnya hidup atau menghabiskan waktu sendirian dan bukan dengan kelompok. Istilah ini berasal dari perilaku serigala.

Perbuatan “lone wolf” ini dikenal pihak intelijen banyak menimbulkan ketakutan dan korban jiwa yang sangat banyak.

Karena ketakutan baru bahwa serangan teror Al Qaeda di Barat akan segera terjadi, maka Departemen Luar Negeri AS melalui program hadiah untuk keadilan menawarkan hadiah 1 juta dolar AS itu untuk informasi keberadaan Hamzah.

“Hamza bin Laden adalah putra mantan pemimpin Al Qaeda, almarhum Osama bin Laden, dan muncul sebagai pemimpin dalam waralaba Al Qaeda,” kata sebuah pernyataan Departemen Luar Negeri, merujuk pada Al Qaeda.

Hamzah yang disebut sebagai junior bin Laden dinobatkan sebagai “teroris global yang ditunjuk khusus” pada Januari 2017 dan telah mengancam balas dendam atas pembunuhan ayahnya tahun 2011 oleh pasukan AS, kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

Osama bin Laden tewas dalam operasi rahasia yang dilakukan di Abbottabad, Pakistan di kompleks tempat pemimpin Al Qaeda itu bersembunyi.

Selain itu, Hamzah diduga menikahi putri Mohammed Atta, pelaku utama dalam tragedi serangan Al Qaeda pada 11 September 2011 di AS yang menewaskan ribuan orang sekaligus menjadi pemicu intervensi AS di Afghanistan.

Bin Laden dan Al Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan teroris pada 11 September 2011 di AS dan tindakan terkenal lainnya.