Aktris Dewi Irawan Berbagi Tips Membuat Film ke Pelajar Sulawesi Barat

Mamuju, FKPT Center – Workshop BNPT Video Festival kembali digelar dan kali ini menyambangi Sulawesi Barat. Sebanyak 35 pelajar setingkat SMA dan sederajat berkesempatan belajar teknis membuat film ke aktris senior Dewi Irawan yang dihadirkan sebagai narasumber.

Suasana riuh nampak ketika peraih predikat aktris terbaik dalam Festival Film Indonesia tahun 2014 melalui film “Tabula Rasa” tersebut masuk ke ruangan kegiatan, menandakan antusiasme tinggi peserta. Dalam paparannya, Dewi yang juga menyabet gelar pemeran pembantu terbaik melalui film “Titian Serambut Dibelah Tujuh” tersebut lebih banyak bercerita tentang pengalamannya.

Di antaranya Dewi bercerita tentang perannya sebagai dukun dalam film “Sang Penari”. Untuk bisa menumbuhkan karakter yang kuat, dia rela sudah berada di lokas syuting sejak 20 hari sebelum pengambilan gambar dilksanakan, hanya untuk mempelajari budaya dan bahasa tentang sosok yang diperankannya.

“Lokasi syuting di Purwokerto yang bahasanya ngapak-ngapak. Itu kan bisa bahasa saya. Setiap pagi saya ngobrol dengan istrinya para sopir kru film, saya pelajari bagaimana bahasa keseharian mereka agar peran saya maksimal,” ungkap Dewi.

Dalam paparannya aktris pengoleksi 2 Piala Citra tersebut juga berpesan kepada pelajar, untuk bisa menjadi pemeran yang baik harus memiliki kebiasaan membangun kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

“Siapa yang memiliki cita-cita bekerja di perfilman? Tidak hanya aktor atau aktris, bisa sutradara atau juru kamera. Nah, jika kalian ingin bisa maksimal dalam dunia perfilman, sejak sekarang belajarlah peka terhadap lingkungan. Jangan acuh terhadap apapun yang kalian temui, karena dengan sikap peka itu kalian akan belajar banyak,” pesan Dewi.

Dewi juga mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menggelar lomba video pendek dengan tema “Di Bawah Sang Merah Putih”, karena itu disebutnya mampu menumbuhkan nasionalisme di kalangan pelajar. Dewi mencontohkan tentang film “Tabula Rasa” yang diperankannya, di mana melalui tema kuliner pesan nasionalisme bisa dimunculkan.

“Jangan terpaku pada tema secara sempit. Di bawah sang merah putih tidak harus digambarkan hanya tentang bendera, merah putih, upacara, atau sejenisnya,” pungkas Dewi.

Workshop BNPT Video Festival merupakan salah satu metode yang dilaksanakan dalam kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme yang diselenggarakan oleh BNPT dan FKPT di 32 provinsi se-Indonesia di sepanjang tahun 2017. Satu metode lainnya adalam rembuk nasional bertema “Perempuan Pelopor Perdamaian”. [shk/shk]