Akademisi IAHN: Kerukunan Kunci Keberlanjutan Pembangunan Buleleng Bali

SINGARAJA — Akademisi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Komang Agus Dharmayoga Kantina, menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan modal sosial utama pembangunan di Kabupaten Buleleng, Bali. Pernyataan tersebut disampaikannya di Singaraja, Minggu (30/8/2026), menyoroti bahwa efektivitas pembangunan membutuhkan kondisi sosial yang harmonis di luar sekadar pertumbuhan infrastruktur fisik dan ekonomi.

Secara sosiologis, kehidupan masyarakat Buleleng yang membaur lintas agama dalam berbagai kegiatan sosial dipandang sebagai wujud nyata integrasi sosial. Dharmayoga menilai tingginya tingkat kepercayaan antarkelompok ini berhasil menekan biaya sosial sekaligus mencegah terkurasnya energi warga akibat prasangka maupun konflik komunal.

“Dalam konteks masyarakat Buleleng, nilai menyama braya menjadi modal kultural yang penting karena membangun kesadaran bahwa perbedaan tidak harus menjadi sumber jarak sosial,” kata Komang Agus Dharmayoga Kantina, dikutip dari Republika.co.id.

Selain interaksi langsung, ia turut mengingatkan munculnya ancaman perpecahan di ruang digital berupa penyebaran ujaran kebencian dan sentimen identitas. Guna merawat fondasi pembangunan daerah yang inklusif, penguatan pendidikan toleransi, literasi digital bagi generasi muda, serta peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dinilai mutlak diperlukan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar perbedaan keyakinan tidak dijadikan sebagai sekat pembatas, melainkan dikelola sebagai kekayaan sosial bangsa.