BATANG — Penguatan karakter dan wawasan kebangsaan menjadi salah satu upaya penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh intoleransi dan radikalisme. Melalui program Dewan Mengajar 2026, anggota DPRD Jawa Tengah hadir langsung di lingkungan sekolah untuk berbagi pengetahuan sekaligus membangun kesadaran pelajar tentang nilai kebangsaan dan pendidikan karakter.
Program yang diinisiasi melalui sinergi lembaga legislatif dan eksekutif tersebut dilaksanakan di SMAN 2 Batang, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menghadirkan anggota DPRD Jawa Tengah Komisi E, Hj. Sumarwati, S.Pd., M.A.P., dan M. Rizki Iskandar Muda dari Fraksi Gerindra dan PKB.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jawa Tengah, Diah Ayu Ratna Sari, S.T., M.T., Kasi SMA/SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Lebdo Wiharso, kepala sekolah, para guru, serta seluruh siswa SMAN 2 Batang.
Lebdo Wiharso menjelaskan, Dewan Mengajar merupakan program edukasi yang diinisiasi anggota DPRD Jawa Tengah dengan mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan pembelajaran, wawasan kebangsaan, serta pendidikan politik kepada generasi muda.
Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kepada pelajar untuk memahami secara langsung peran lembaga legislatif, fungsi DPRD, hingga proses penyusunan kebijakan publik. Pemahaman itu penting agar siswa tidak hanya mengenal lembaga negara secara teoritis, tetapi juga memahami bagaimana kebijakan publik berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
“Dewan Mengajar ini sangat bermanfaat bagi para siswa, sehingga dapat memberikan pemahaman yang benar kepada siswa mengenai peran lembaga legislatif, fungsi DPRD, dan proses pembuatan kebijakan publik. Kegiatan ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan, integritas, serta semangat kebersamaan di kalangan pelajar,” jelasnya.
Lebdo juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga pendidikan. Menurutnya, perlindungan di lingkungan sekolah tidak cukup hanya mencakup keamanan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kesejahteraan psikologis, keamanan sosial budaya, serta etika dalam ruang digital.
Lingkungan belajar yang kondusif, lanjutnya, menjadi salah satu fondasi dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus mendorong tumbuhnya sikap saling menghormati di tengah keberagaman.
Ia berharap para siswa mampu menjadi agen perubahan positif dengan karakter yang kuat. Bekal wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter diharapkan membuat generasi muda lebih kritis dalam menyikapi berbagai pengaruh negatif, termasuk intoleransi dan paham radikalisme.
Lebih jauh, program Dewan Mengajar 2026 dinilai menjadi jembatan komunikasi antara pejabat publik dan generasi muda. Melalui pertemuan langsung di lingkungan sekolah, pelajar diharapkan semakin terbuka dalam menyampaikan pandangan, memahami proses demokrasi, serta mengembangkan sikap kritis yang bertanggung jawab.
Pada akhir kegiatan, anggota DPRD Jawa Tengah Komisi E bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII menyerahkan bantuan secara simbolis berupa uang tunai melalui program Bantuan Siswa Miskin (BSM).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap akses pendidikan bagi siswa yang membutuhkan. Melalui kolaborasi legislatif dan dunia pendidikan, program Dewan Mengajar diharapkan tidak hanya memperluas wawasan pelajar, tetapi juga memperkuat karakter, kepedulian sosial, dan ketahanan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!