Timika – Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bersiap menjadi tuan rumah Konferensi Kota Toleransi 2026 tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 16 November mendatang. Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi menyukseskan agenda tersebut.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Menurutnya, penyelenggaraan konferensi berskala nasional ini menjadi kesempatan bagi Mimika untuk menunjukkan komitmennya dalam merawat keberagaman dan toleransi.
“Kepada seluruh masyarakat Mimika saya mengajak dan juga mengimbau agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Kita jaga toleransi beragama. Mimika menjadi tuan rumah konferensi sehingga semua kota toleransi,” ujar Johannes di Timika, Senin.
Selain menjaga kerukunan, Johannes mengingatkan pentingnya kebersihan lingkungan selama pelaksanaan konferensi. Ia meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan agar wajah Kota Timika tetap bersih, tertata, dan nyaman bagi para tamu dari berbagai daerah.
Ia secara khusus meminta pemerintah distrik dan kecamatan memperhatikan kebersihan wilayah masing-masing. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika juga diminta memastikan kebersihan kawasan perkotaan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Pemerintah di tingkat distrik/kecamatan agar memperhatikan kebersihan lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup Mimika agar perhatikan kebersihan kota,” katanya.
Bupati juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika terlibat aktif mendukung penyelenggaraan konferensi tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong yang dipercaya menjadi ketua panitia menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 50 persen. Panitia saat ini masih mematangkan rencana kerja dan penganggaran dari masing-masing bidang.
“Secara umum kami sudah melakukan persiapan 50 persen, tinggal rencana kerja dan penganggaran dari masing-masing bidang,” ujarnya.
Panitia memperkirakan para peserta dan tamu undangan mulai berdatangan ke Timika pada 12 November. Jumlah peserta diperkirakan mencapai 300 orang yang terdiri atas kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia serta tamu undangan lainnya.
“Diperkirakan peserta yang hadir mencapai 300 orang terdiri atas kepala-kepala daerah dari seluruh Indonesia beserta para tamu dan undangan lainnya. Kami berharap kegiatan ini dibuka oleh Pak Menteri dan ditutup oleh Pak Menteri,” kata Emanuel.
Penyelenggaraan Konferensi Kota Toleransi 2026 di Mimika diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pertemuan nasional, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberagaman, membangun kerukunan, dan merawat toleransi di tengah masyarakat Indonesia.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!