Cegah Propaganda Radikalisme di Ruang Digital, Polresta Sidoarjo Tekankan Literasi Informasi

Sidoarjo – Pencegahan radikalisme membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, tenaga pendidik, hingga keluarga. Penguatan wawasan kebangsaan, sikap toleran, dan kemampuan menyaring informasi di ruang digital menjadi bagian penting untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap propaganda yang dapat memecah belah persatuan.

Upaya tersebut dilakukan Polresta Sidoarjo melalui sarasehan pencegahan radikalisme yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (27/10/2026).

Dalam kegiatan itu, Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Inggit Prasetiyanto bersama Kasat Intelkam Polresta Sidoarjo Kompol Moh. Arobi hadir memberikan materi mengenai pencegahan radikalisme dan pentingnya menjaga persatuan serta kesatuan bangsa.

Kompol Inggit menekankan perlunya membangun kesadaran bersama agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun propaganda yang mengarah pada paham radikal. Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lingkungan keluarga dan pendidikan juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui pendampingan dan pendidikan yang tepat, anak-anak diharapkan tumbuh dengan kemampuan berpikir kritis, menghargai perbedaan, serta memahami pentingnya hidup berdampingan secara damai.

Sementara itu, Kompol Moh. Arobi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikalisme melalui media sosial dan berbagai platform digital. Arus informasi yang cepat perlu diimbangi kemampuan memeriksa kebenaran informasi agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh konten yang mengandung ujaran kebencian atau berpotensi memicu konflik.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila menemukan indikasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, warga dapat melaporkannya kepada pihak berwenang melalui saluran yang tepat.

Sarasehan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan elemen masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di Kabupaten Sidoarjo. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar upaya pencegahan tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga mengutamakan edukasi dan pembinaan masyarakat.

“Polresta Sidoarjo berkomitmen untuk terus mengedepankan langkah preventif melalui edukasi, komunikasi, dan kolaborasi lintas sektor demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” kata Kompol Inggit Prasetiyanto.

Melalui langkah preventif tersebut, Polresta Sidoarjo berharap nilai-nilai kebangsaan dan toleransi semakin kuat di tengah masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman. (