TMMD ke-130 Kodim Malang-Batu Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Cegah Radikalisme di Desa

TMMD ke-130 Kodim Malang-Batu Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Cegah Radikalisme di Desa

MALANG – Pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan infrastruktur. Penguatan wawasan kebangsaan dan pemahaman masyarakat dalam menyikapi perbedaan juga menjadi bagian penting untuk menjaga persatuan serta mencegah berkembangnya paham yang berpotensi memecah belah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan radikalisme yang digelar Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0818/Malang-Batu di Kantor Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD ke-130 itu menghadirkan Kapten Czi Joko Susilo sebagai narasumber. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan paham radikalisme, penguatan wawasan kebangsaan, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa ketahanan desa tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik dan ketersediaan fasilitas umum, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial, kesadaran kebangsaan, dan kemampuan warga menjaga kerukunan di tengah perbedaan.

Edukasi ini melengkapi pembangunan fisik yang dilaksanakan melalui program TMMD. Jika pembangunan infrastruktur diarahkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung aktivitas masyarakat, kegiatan nonfisik berupaya memperkuat pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi warga dalam menjaga kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Pencegahan radikalisme sendiri membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Warga perlu memiliki pemahaman yang memadai agar mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana, tidak mudah terpengaruh narasi yang mengadu domba, serta tetap mengedepankan persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks kehidupan desa, penguatan wawasan kebangsaan juga dapat menjadi landasan untuk membangun komunikasi yang baik antarwarga. Sikap saling menghormati, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan modal sosial yang membantu menjaga keharmonisan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818/Malang-Batu mendorong masyarakat Desa Taji untuk turut berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif. Warga diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga menerapkannya melalui perilaku yang menghargai keberagaman dan memperkuat persaudaraan.

Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Desa yang berkembang tidak hanya ditandai oleh fasilitas yang semakin baik, tetapi juga oleh masyarakat yang memiliki kesadaran kebangsaan, mampu menjaga kerukunan, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial secara positif. Keberlanjutan edukasi dan penerapan nilai-nilai kebangsaan menjadi aspek penting agar upaya pencegahan radikalisme tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Dengan keterlibatan masyarakat dan penguatan kesadaran bersama, program TMMD diharapkan turut mendukung terpeliharanya stabilitas dan kondusivitas wilayah Kabupaten Malang.