Amman – Jumlah korban tewas dalam serangan teroris yang menargetkan sebuah gereja di Kegubernuran Karak, Yordania selatan, menjadi sembilan orang pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Raja Abdullah II menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan warga Yordania merupakan garis merah, seraya berjanji bahwa keadilan akan menjangkau setiap teroris.
Raja Yordania Abdullah II berjanji akan memberikan respons tegas atas insiden tersebut.
“Darah warga Yordania sangat berharga, dan kami akan menghantam dengan tangan besi siapa pun yang menyerang negara ini,” kata Raja Abdullah II, seperti yang dikutip BBC (25/10).
Mazen Al-Faraya, Menteri Dalam Negeri Yordania menyebut insiden tersebut sebagai operasi teroris yang dilakukan oleh sekelompok ekstremis. Dia mengatakan bahwa aparat kemanan masih berupaya untuk memburu para kelompok tersebut. Di sisi lain, Juru Bicara pemerintah Yordania, Mohammad Al-Momani mengungkapkan masih mendalami hubungan pelaku dengan kelompok bersenjata tertentu. Hal ini perlu pendalaman dan penyelidikan secara menyeluruh.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!