Pemprov Sulsel Dorong Permabudhi Perkuat Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama

Pemprov Sulsel Dorong Permabudhi Perkuat Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya memperkuat kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan penuh toleransi. Dalam upaya tersebut, organisasi keagamaan dinilai memiliki peran strategis untuk merawat persaudaraan, memperkokoh persatuan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, mengatakan Sulawesi Selatan merupakan daerah yang memiliki kekayaan keberagaman, baik dari segi agama maupun latar belakang sosial dan budaya. Kerukunan yang selama ini terjaga tidak terlepas dari semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong yang dibangun oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk umat Buddha.

“Permabudhi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat persatuan serta nilai-nilai kebangsaan,” kata Andi Winarno dalam kegiatan Musyawarah Daerah III Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan di Makassar, sebagaimana dikutip ANTARA, Minggu (25/10/2026).

Menurut Andi Winarno, menjaga kerukunan tidak cukup hanya dengan membangun hubungan yang baik antarpemeluk agama. Upaya tersebut juga membutuhkan keterlibatan aktif organisasi keagamaan dalam menanamkan nilai moral, memperluas pemahaman tentang toleransi, serta membangun sikap bijaksana dalam menyikapi perbedaan.

Dalam konteks masyarakat yang majemuk, organisasi keagamaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat dialog dan menumbuhkan kesadaran bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bersama. Melalui pembinaan umat dan kegiatan sosial, organisasi keagamaan juga dapat berkontribusi dalam mencegah berkembangnya prasangka yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat.

Andi Winarno berharap Musyawarah Daerah III Permabudhi Sulawesi Selatan dapat menghasilkan kepengurusan yang solid, visioner, dan mampu memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat. Kepengurusan baru diharapkan tidak hanya menjalankan agenda internal organisasi, tetapi juga memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

“Semoga Musda ini akan menghasilkan keputusan yang bijaksana dan program kerja yang bermanfaat, serta memperkuat peran Permabudhi dalam menjaga kerukunan, memperkokoh persatuan, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, organisasi keagamaan memiliki posisi penting sebagai agen perubahan sosial. Melalui program yang menyentuh kehidupan masyarakat, organisasi dapat membantu membangun lingkungan yang menghargai perbedaan, memperkuat solidaritas, dan mendorong penyelesaian persoalan sosial secara damai.

Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, dan warga perlu terus membangun komunikasi serta kerja sama agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk memperkokoh persatuan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Sulawesi Selatan diharapkan dapat terus menjaga kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis. Peran Permabudhi bersama organisasi keagamaan lainnya menjadi bagian penting dalam merawat toleransi, memperkuat nilai kebangsaan, dan mendukung pembangunan yang berpijak pada persaudaraan di tengah keberagaman.