NUSA DUA – Duta Besar Korea Selatan untuk ASEAN Lee Chul menilai radikalisme dan ekstremisme kekerasan di kalangan anak muda menjadi tantangan serius bagi keamanan individu, keluarga, dan masyarakat. Ancaman tersebut tidak hanya berpotensi memicu kekerasan di tingkat komunitas, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas kawasan Asia Tenggara hingga tingkat global.
Lee Chul menyampaikan hal tersebut dalam kursus bertajuk Mencegah Radikalisasi Kekerasan di Kalangan Anak Muda yang diselenggarakan ASEAN-IPR di Nusa Dua, Bali, Senin (12/10/2026).
Menurut Lee Chul, perkembangan teknologi digital membuat tantangan pencegahan semakin kompleks. Anak muda yang menghabiskan banyak waktu di ruang siber berisiko terpapar misinformasi, disinformasi, dan narasi kebencian. Situasi tersebut semakin menantang seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dapat memengaruhi produksi dan penyebaran konten digital.
Kondisi itu membutuhkan langkah pencegahan yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga memperkuat kemampuan generasi muda dalam mengenali informasi menyesatkan, memahami propaganda, dan menyikapi narasi yang mendorong kebencian maupun kekerasan.
Atas dasar tersebut, Korea Selatan secara konsisten mendukung upaya ASEAN dalam menghadapi ancaman radikalisme dan ekstremisme kekerasan, termasuk melalui peningkatan kapasitas anak muda. Dukungan ini menjadi bagian dari kerja sama untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai bentuk ancaman keamanan yang berkembang di ruang digital.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui program pelatihan dan pelaksanaan studi dasar atau baseline studies. Program ini diharapkan menghasilkan panduan berbasis bukti yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kebijakan, pendidikan, dan strategi pencegahan radikalisme di kalangan pemuda.
Pendekatan berbasis bukti dinilai penting agar program pencegahan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik kelompok sasaran. Dengan memahami faktor risiko, pola paparan digital, serta tantangan yang dihadapi anak muda, pemangku kepentingan dapat merancang intervensi yang lebih tepat dan efektif.
Lee Chul juga menekankan pentingnya pertukaran pengalaman dan keahlian antara Korea Selatan dan negara-negara anggota ASEAN. Menurutnya, kerja sama lintas negara diperlukan karena setiap wilayah memiliki latar belakang sosial, budaya, serta pola ancaman yang berbeda.
Melalui kolaborasi tersebut, negara-negara yang terlibat diharapkan dapat saling belajar dalam mengembangkan pendidikan pencegahan, memperkuat literasi digital, dan meningkatkan kemampuan generasi muda menghadapi propaganda ekstremisme. Pertukaran pengetahuan juga dapat membantu mengidentifikasi pendekatan yang sesuai untuk diterapkan berdasarkan kondisi masing-masing negara.
Lebih jauh, Lee Chul menyebut kemitraan ASEAN-Korea Selatan yang telah terjalin hampir 40 tahun telah berkembang menjadi kerja sama yang semakin strategis dan komprehensif. Hubungan tersebut mencakup sejumlah bidang penting, terutama perdamaian, keamanan, stabilitas regional, dan penanggulangan kejahatan siber.
Dalam konteks perkembangan ancaman digital, kerja sama tersebut memiliki relevansi yang semakin besar. Penyebaran propaganda dan narasi kebencian melalui internet dapat melampaui batas negara, sehingga upaya pencegahannya memerlukan koordinasi dan pertukaran informasi antarnegara.
Penguatan kapasitas anak muda menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi tantangan tersebut. Generasi muda perlu diposisikan bukan semata-mata sebagai kelompok yang berisiko terpapar radikalisme, melainkan juga sebagai mitra aktif dalam menyebarkan pesan perdamaian, membangun toleransi, dan memperkuat ketahanan komunitas.
Dukungan Korea Selatan terhadap program ASEAN diharapkan dapat memperkuat fondasi kerja sama regional dalam mencegah ekstremisme kekerasan. Melalui pendidikan, riset berbasis bukti, dan kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan, upaya pencegahan diharapkan mampu mengikuti perkembangan ancaman tanpa mengabaikan kebutuhan, hak, dan peran generasi muda dalam menjaga perdamaian.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!