BULELENG — Pemerintah Desa (Pemdes) Tamblang, Kabupaten Buleleng, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan 24 tahun tragedi Bom Bali I sebagai momentum menguatkan kedamaian, persatuan, dan kemanusiaan. Seruan reflektif tersebut disampaikan tepat pada hari peringatan tragedi kemanusiaan tersebut, Senin (12/10/2026).
Melansir publikasi resmi situs web Desa Tamblang, momen peringatan ini ditekankan bukan untuk membangkitkan luka lama, melainkan sebagai pengingat akan ketangguhan atau resiliensi masyarakat Bali. Seluruh warga dinilai telah berhasil bangkit dari puing duka masa lalu melalui penerapan semangat persaudaraan Menyama Braya.
“Duka masa lalu adalah pelajaran berharga. Mari kita jadikan peringatan 24 tahun Bom Bali I ini sebagai momentum untuk terus menguatkan rasa solidaritas, menjaga keasrian serta kedamaian Pulau Dewata,” tulis pernyataan resmi Pemerintah Desa Tamblang seperti yang dikutip dari situs web Desa Tamblang (12/10).
Dalam pernyataannya, Pemdes Tamblang turut menegaskan komitmen strategis untuk mencegah berulangnya tragedi serupa dengan menolak keras segala bentuk radikalisme. Langkah tersebut diwujudkan melalui edukasi berkelanjutan agar generasi muda senantiasa berpikiran terbuka, cinta damai, dan menolak tindakan kekerasan.
Selain edukasi, otoritas desa juga mendorong peningkatan kewaspadaan lingkungan secara nyata. Penguatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dan penjagaan toleransi antarumat beragama yang berlandaskan kearifan lokal Tri Hita Karana menjadi fondasi esensial untuk menjaga kondusivitas serta ketenteraman wilayah desa ke depannya.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!