FAKFAK – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat membunyikan alarm kewaspadaan. Generasi muda kini menjadi sasaran empuk paham radikal dan ekstrem karena derasnya arus informasi di media sosial.
Peringatan itu disampaikan Wakil Ketua III FKUB Papua Barat, Dr. Abraham Yumte, M.Th., MM., dalam talk show RRI Fakfak bersama MTsN Fakfak, Selasa (6/10/2026).
Abraham yang juga aktif di Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Papua Barat mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan. Berdasarkan riset yang diketahuinya, masih ditemukan siswa yang sudah terpapar paham radikalisme.
“Banyak siswa kita yang terpapar. Ini tidak bisa dibiarkan. Makanya moderasi beragama harus kita bawa langsung ke sekolah-sekolah, untuk membendung anak-anak kita dari paham radikal dan ekstrem,” tegas Abraham.
Menurutnya, sekolah adalah benteng pertahanan pertama. Di saat anak-anak begitu mudah mengakses ceramah, doktrin, hingga ideologi transnasional hanya lewat YouTube dan TikTok, sekolah harus hadir sebagai filter.
Ia menekankan, tidak semua konten yang viral di ruang digital sejalan dengan ajaran agama, nilai Pancasila, dan budaya lokal. Jika tidak dibekali kemampuan menyaring, generasi muda akan mudah terseret.
Untuk itu, FKUB mendorong penguatan empat pilar moderasi beragama di kalangan pelajar yaitu komitmen kebangsaan yang kuat, toleransi terhadap perbedaan, anti-kekerasan dalam menyelesaikan masalah, dan penerimaan terhadap budaya lokal.
“Kalau empat nilai ini tertanam, anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga matang secara karakter dan sikap kebangsaan. Mereka akan terbiasa saling menghargai di tengah keberagaman,” jelasnya.
Melalui program FKUB Go to School, Abraham berharap gerakan moderasi beragama tidak berhenti sebagai seremoni. Ia ingin program ini diperluas dan dilakukan secara berkelanjutan di seluruh Papua Barat sebagai vaksin sosial untuk menjaga kerukunan di tanah yang majemuk.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!