Kulon Progo – Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengingatkan para pelajar untuk menjauhi judi online (judol), paparan paham radikal, serta aksi perundungan yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Agung saat menyambangi SMP Negeri 3 Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di hadapan para siswa dan guru, ia kembali mengingatkan ikrar bersama pelajar se-Kabupaten Kulon Progo yang telah dideklarasikan pada akhir 2025 untuk menolak judi online, paham radikal, dan perundungan.
“Kita semua sudah melakukan satu ikrar, dan untuk itu Pemerintah Kabupaten Kulon Progo hadir untuk mencegah serta memberikan pemahaman kepada kalian semua,” kata Agung di Kulon Progo, Senin (6/10).
Agung menegaskan bahwa pelajar harus memiliki ketahanan diri agar tidak mudah terjerumus dalam aktivitas judi online maupun paham radikal. Menurutnya, kedua hal tersebut bukan hanya berpotensi merusak masa depan individu, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Khusus mengenai judi online, Agung mengingatkan para siswa mengenai dampak yang dapat ditimbulkan, termasuk risiko terhadap keberlangsungan pendidikan. Ia menyoroti kemungkinan keterkaitan data kependidikan dan perangkat seluler dengan akses terhadap program bantuan pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Karena itu, ia meminta para pelajar tidak mencoba-coba aktivitas yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam judi online. Energi dan waktu siswa, kata Agung, sebaiknya diarahkan untuk kegiatan yang memberikan manfaat sekaligus mengembangkan potensi diri.
“Salurkan energi untuk kegiatan-kegiatan positif, seperti olahraga, seni budaya, organisasi kepemudaan, serta penguatan keagamaan,” ujarnya.
Selain judi online dan radikalisme, Agung juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Ia meminta seluruh pihak mencegah perundungan di lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung tanpa rasa takut maupun tekanan.
Dalam hal keberlanjutan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyatakan komitmennya untuk membantu siswa berprestasi maupun mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Salah satu upaya yang disiapkan pemerintah daerah adalah melalui program Sekolah Rakyat.
Kunjungan ke SMPN 3 Kokap tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kalurahan Kalirejo dan Kapanewon Kokap. Dalam kesempatan itu, Bupati menggelar dialog interaktif dengan pihak sekolah dan siswa untuk menyerap aspirasi terkait kebutuhan fasilitas pendidikan sekaligus mendata siswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan.
Kepala SMPN 3 Kokap Uswatun Hasanah menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi dorongan penting bagi para siswa, terutama mereka yang bersekolah di wilayah pinggiran.
“Kami berharap pesan-pesan moral serta tawaran bantuan fasilitas sekolah dari Bupati dapat menjadi pemantik semangat bagi para siswa yang berada di wilayah pinggiran,” katanya.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!