Nilai Pancasila dan Moderasi Beragama Benteng Utama Menangkal Radikalisme

Palu –  Membentengi lingkungan perguruan tinggi keagamaan dari ancaman paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme terus dilakukan secara intensif melalui penguatan pemahaman ideologi kebangsaan di kalangan akademisi. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Profesor Lukman Thahir, memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kampus setempat pada momentum kebangsaan tersebut. 

“Saya menegaskan kepada seluruh ASN di lingkungan UIN Datokarama bahwa Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial belaka tanpa makna mendalam. Saya meminta kita semua untuk benar-benar menginternalisasikan serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap langkah dan pelaksanaan tugas harian kita sebagai pengabdi negara di dunia pendidikan keagamaan,” kata Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir saat memberikan amanat upacara pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Peringatan kebangsaan ini dinilai sangat strategis untuk membendung masuknya paham radikal yang kerap mengincar kalangan intelektual, mahasiswa, dan akademisi di perguruan tinggi keagamaan. Sebagai lembaga pendidikan Islam negeri, UIN Datokarama memiliki tanggung jawab moral yang sangat besar dalam melahirkan generasi penerus yang berpandangan moderat, bertoleransi tinggi terhadap perbedaan, serta mencintai tanah air secara utuh. 

“Saya memandang bahwa pemahaman nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial harus terwujud secara nyata dalam sikap profesionalisme, keterbukaan, serta integritas seluruh ASN. Sebagai benteng utama pencegahan intoleransi di lingkungan kampus, kita wajib menjadi contoh teladan yang mampu memberikan pelayanan terbaik dan inklusif kepada mahasiswa maupun masyarakat luas,” ujar Profesor Lukman Thahir.

Prof. Lukman mengingatkan bahwa pembinaan sikap moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi dipandang sebagai instrumen kunci untuk meredam potensi fanatisme sempit yang dapat mengarah pada tindakan kekerasan ekstrem di tengah masyarakat. Penguatan pemahaman ideologi negara menjadi penyaring alami yang sangat efektif terhadap paparan propaganda radikalisme, baik yang disebarkan di ruang-ruang akademik maupun di berbagai platform media sosial. 

“Saya menyuarakan dengan tegas bahwa Pancasila adalah benteng paling utama yang kita miliki untuk merawat kerukunan, toleransi, dan keharmonisan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Saya tidak ingin ada ASN di kampus ini yang terpapar atau mendiamkan benih-benih intoleransi. Kita harus berdiri di garis terdepan dalam memperkuat pengamalan moderasi beragama guna menangkal segala bentuk narasi terorisme yang berpotensi memecah belah keutuhan NKRI,” tegasnya.

Dukungan terhadap komitmen Rektor UIN Datokarama tersebut juga disampaikan oleh jajaran aparatur kampus yang siap menjadikan Pancasila sebagai pedoman etik dalam bekerja. Ketahanan ideologi civitas akademika diyakini mampu menciptakan atmosfer pendidikan yang damai, harmonis, serta bebas dari pengaruh pemikiran radikal. 

Para ASN menyambut baik dan siap melaksanakan seluruh arahan Rektor untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila serta moderasi beragama sebagai fondasi kerja sehari-hari di unit kerja kami. Mereka percaya bahwa ketika seluruh tenaga pendidik memegang teguh komitmen kebangsaan, kampus akan menjadi lingkungan yang sangat aman dari infiltrasi paham ekstremis maupun ajaran yang mengarah pada radikalisme.

Melalui internalisasi nilai-nilai kebangsaan secara berkesinambungan dan terstruktur, UIN Datokarama bertekad untuk terus berkontribusi secara nyata dalam menjaga stabilitas sosial dan kedamaian nasional di wilayah Sulawesi Tengah. Penanaman pendidikan karakter yang kokoh sejak dini menjadi kunci utama dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air dan berjiwa patriotik tinggi. 

“Saya berharap seluruh civitas akademika UIN Datokarama terus meningkatkan semangat kebangsaan, menjaga integritas lembaga, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Mari kita jadikan kampus ini sebagai pusat peradaban Islam yang ramah, menghargai keberagaman, dan berdiri kokoh membentengi bangsa Indonesia dari ancaman terorisme,” pungkas Profesor Lukman Thahir.