Singapura – Pemerintah Singapura menilai ancaman terorisme di negara itu masih berada pada tingkat tinggi. Selain menjadi target potensial, kepentingan-kepentingan Singapura di luar negeri juga dinilai tetap menarik bagi kelompok teroris.
Hal tersebut disampaikan Departemen Keamanan Dalam Negeri Singapura dalam laporan penilaian ancaman terorisme yang dirilis pada Kamis (10/9).
Dalam laporan itu disebutkan, kelompok teroris seperti al-Qaeda dan ISIS masih aktif merekrut pendukung melalui ruang digital serta menyebarkan propaganda yang dapat menginspirasi serangan di berbagai negara.
Pemerintah Singapura juga menilai konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi meningkatkan risiko aksi teror di luar wilayah konflik. Situasi tersebut dinilai dapat memicu proses radikalisasi dan memperkuat penyebaran ideologi ekstrem di berbagai kawasan.
Selain itu, potensi kembalinya pejuang teroris asing ke Asia Tenggara turut menjadi faktor yang meningkatkan ancaman keamanan di kawasan.
Laporan tersebut menyoroti bahwa ekstremisme berbasis ideologi Islamis masih menjadi perhatian utama di Asia Tenggara. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, narasi kekerasan yang berasal dari kelompok sayap kanan ekstrem serta ideologi nihilistik juga menunjukkan peningkatan dukungan dan telah dikaitkan dengan sejumlah serangan di berbagai negara.
Otoritas Singapura menegaskan pentingnya kewaspadaan, kerja sama regional, serta penguatan upaya pencegahan radikalisasi, terutama di ruang digital, untuk menghadapi dinamika ancaman terorisme yang terus berkembang.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!