Memperkuat Benteng Kebangsaan Generasi Muda MTsN 2 Medan dari Ancaman Radikalisme dan Intoleransi

Medan – Upaya membentengi generasi muda dari ancaman penyebaran ideologi ekstrem terus digalakkan secara intensif di lingkungan pendidikan Islam. MTsN 2 Medan mengambil langkah proaktif dengan menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan bertajuk “Strategi Pencegahan Penyebaran Paham Intoleran, Radikalisme, dan Terorisme” di Lapangan Serbaguna yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta warga madrasah. 

“Saya memandang bahwa pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan harus dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten di lingkungan madrasah ini agar para siswa memiliki imunitas moral yang kuat. Kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa anak-anak didik kami tidak hanya meraih prestasi akademik yang tinggi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kokoh, bersikap toleran terhadap perbedaan, serta mencintai tanah air secara tulus,” tegas Kepala MTsN 2 Medan Dra. Pesta Berampu, M.A., saat membuka acara pada Rabu (3/9/2026).

Kegiatan edukatif ini menghadirkan tim dari Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 AT Polri sebagai narasumber utama untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya serta peta kerawanan penyebaran radikalisme. Di era keterbukaan informasi saat ini, pola penyebaran paham radikal dan intoleransi telah mengalami pergeseran nyata ke ruang-ruang digital yang sangat dekat dengan kehidupan harian para remaja. 

“Saya mengimbau seluruh generasi muda untuk selalu meningkatkan kewaspadaan karena propaganda intoleransi dan terorisme kini tidak lagi hanya disebarkan secara tatap muka, melainkan menyusup melalui pergaulan, media sosial, bahkan interaksi dalam permainan gim daring. Generasi muda harus mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif, baik ancaman paham radikal maupun bahaya penyalahgunaan narkoba. Jangan pernah mudah terpengaruh oleh ajakan provokatif dan gunakanlah teknologi digital untuk hal-hal yang positif,” papar Narasumber Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri Brigpol Ahmad Rizki Fauzi, S.Pd., M.Psi.

Materi yang disampaikan juga dirancang untuk mengasah nalar kritis para siswa agar mereka tidak mudah termakan oleh berita bohong dan narasi kebencian yang berpotensi merusak persatuan bangsa. Para siswa diajak untuk lebih bijaksana dalam menyaring seluruh informasi sebelum membagikannya di ruang publik. 

“Saya menekankan pentingnya bagi seluruh siswa untuk memiliki filter emosional dan logika berpikir yang jernih saat berselancar di dunia maya. Perbedaan suku, agama, dan pandangan di tengah masyarakat adalah identitas serta kekayaan bangsa yang harus kita rawat bersama, bukan alasan untuk memelihara permusuhan. Kita harus senantiasa mengedepankan semangat dialog damai serta menolak keras segala bentuk tindakan intoleransi dan kekerasan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Brigpol Ahmad.

Kepala MTsN 2 Medan Dra. Pesta Berampu, M.A. pun menyampaikan kegembiraannya karena selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi saat berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai langkah nyata dalam menjaga kerukunan di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Kolaborasi strategis antara lembaga pendidikan dan kepolisian ini menjadi wujud nyata dalam membangun sistem ketahanan nasional sejak dini dari bangku sekolah. 

“Saya sangat berharap kegiatan edukasi ini mampu melahirkan para agen perubahan di kalangan siswa yang berani menolak tegas segala bentuk paham radikal dan intoleransi. Kebiasaan berpikir bijak di dunia digital serta sikap saling menghargai yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi utama dalam menjaga kedamaian, keharmonisan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa yang akan datang,” pungkasnya.