JAMBI — Kerukunan umat beragama membutuhkan komunikasi yang terus terbangun, bukan hanya ketika muncul persoalan. Karena itu, Badan Musyawarah Antar Gereja dan Lembaga Keagamaan Kristen (BAMAG LKK) Indonesia Provinsi Jambi didorong memperkuat perannya sebagai ruang komunikasi dan sinergi antarlembaga keagamaan sekaligus mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pesan tersebut disampaikan Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Wilayah (BPW) dan Badan Pengurus Daerah (BPD) BAMAG LKK Indonesia se-Provinsi Jambi periode 2026–2031, sekaligus Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BAMAG LKK Indonesia Provinsi Jambi 2026 di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Ketua Umum BAMAG LKK Indonesia Pdt. Dr. Roland Mezach Octavianus, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Subandi, serta jajaran pengurus BAMAG LKK Indonesia se-Provinsi Jambi. Sekitar 150 peserta mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Krisno, pelantikan pengurus baru bukan sekadar pergantian atau pengesahan struktur organisasi. Momentum tersebut sekaligus menjadi awal bagi para pengurus untuk menjalankan amanah dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada gereja dan masyarakat.
Ia berharap kepengurusan BAMAG LKK periode 2026–2031 dapat memperluas peran organisasi sebagai wadah musyawarah, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antarlembaga keagamaan Kristen.
“Keberadaan BAMAG LKK Indonesia memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi lintas gereja, memperkuat toleransi, serta menanamkan nilai-nilai kasih, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Krisno.
Kapolda menilai komunikasi yang terbuka antarlembaga keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan dapat dibicarakan dan dicari jalan keluarnya secara bersama-sama.
Peran tersebut menjadi semakin penting karena organisasi keagamaan tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan internal, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam berbagai bidang sosial.
BAMAG LKK diharapkan mampu menjadi salah satu ruang yang mempertemukan berbagai kepentingan gereja dan lembaga keagamaan Kristen untuk membangun semangat persaudaraan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Nilai kasih, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama, kata Krisno, dapat menjadi modal sosial dalam memperkuat persatuan masyarakat Jambi.
Dalam kesempatan tersebut, Krisno menegaskan Polda Jambi siap membangun komunikasi dan sinergi dengan tokoh agama maupun organisasi keagamaan.
Menurutnya, upaya menjaga kamtibmas tidak dapat dilakukan kepolisian seorang diri. Dukungan tokoh agama dan organisasi keagamaan diperlukan untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.
Polda Jambi karena itu akan terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen keagamaan, termasuk BAMAG LKK Indonesia.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan dalam kegiatan formal, tetapi juga berkembang menjadi komunikasi yang berkelanjutan dalam merespons berbagai dinamika sosial di masyarakat.
Dengan kepengurusan baru yang akan bekerja hingga 2031, BAMAG LKK Indonesia Provinsi Jambi diharapkan mampu memperkuat kontribusinya dalam menjaga toleransi dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Kolaborasi antara organisasi keagamaan, pemerintah daerah, dan kepolisian pun diharapkan menjadi modal penting untuk menjaga Jambi tetap aman sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!