JAMBI — PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jambi bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melaksanakan Assessment Penanggulangan Terorisme di lingkungan operasional UBP Jambi, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini dan mitigasi terhadap potensi penyebaran paham radikalisme yang dapat mengancam keberlangsungan Objek Vital Nasional.
Assessment tersebut bertujuan memetakan potensi risiko gangguan keamanan, baik yang bersumber dari faktor internal maupun eksternal perusahaan. Giat ini turut dihadiri oleh Direktur Perlindungan Sarana dan Prasarana BNPT Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi.
“Upaya pencegahan paham radikalisme merupakan tanggung jawab kita bersama. Ancaman terorisme dapat mengganggu keselamatan dan keamanan masyarakat. Terlebih pada Objek Vital Nasional seperti PLN Indonesia Power UBP Jambi, aspek keamanan harus menjadi perhatian bersama agar aset strategis ini terlindungi dari berbagai potensi ancaman,” tegas Direktur Perlindungan Sarana dan Prasarana BNPT, Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi.
Sementara itu, Manager PLN Indonesia Power UBP Jambi, Purba Kusuma, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh BNPT dalam memperkuat security awareness seluruh personel. Ia menyebutkan, pemahaman yang seragam dari setiap elemen pekerja sangat penting untuk mencegah berkembangnya paham radikal yang berpotensi mengarah pada tindakan terorisme.
Purba menambahkan, keamanan aset bukan sekadar tanggung jawab petugas keamanan fisik, melainkan seluruh insan di lingkungan kerja. Melalui sinergi lintas lembaga ini, PLN Indonesia Power UBP Jambi berkomitmen penuh menjaga operasional sistem kelistrikan agar senantiasa aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!