Cegah Radikalisme, Bupati Jepara Dorong Ponpes Al-Mutaqqin Perkuat Kemandirian dan Wawasan Kebangsaan

JEPARA — Pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan keagamaan, tetapi juga berkarakter, terbuka terhadap perbedaan, serta memiliki komitmen kuat terhadap persatuan bangsa.

Pandangan tersebut disampaikan Bupati Jepara saat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap Pondok Pesantren Al-Mutaqqin. Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian pesantren sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang bebas dari intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang mengarah pada terorisme.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Mandiri Berkelanjutan serta Bebas Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme yang Mengarah pada Terorisme.”

Bupati Jepara mengatakan perhatian dan pendampingan pemerintah menjadi langkah penting dalam mendorong proses transformasi di lingkungan pesantren.

“Kami bangga diperhatikan pemerintah pusat untuk mencegah radikalisme di Jepara,” katanya.

Menurutnya, Pondok Pesantren Al-Mutaqqin memiliki perjalanan panjang dalam menjalankan pendidikan keagamaan. Namun, latar belakang pesantren yang pernah dikaitkan dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) membuat penguatan nilai kebangsaan dan pembinaan toleransi menjadi bagian penting dari proses pendampingan.

Ia menilai pendekatan terhadap pesantren tidak cukup dilakukan melalui pengawasan. Penguatan kapasitas, kemandirian ekonomi, pendidikan kebangsaan, serta pembentukan karakter justru perlu berjalan beriringan agar pesantren mampu berkembang secara positif dan berkelanjutan.

Dengan kemandirian yang semakin kuat, pesantren diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk membangun ekosistem pendidikan yang terbuka dan mampu menanamkan nilai toleransi kepada para santri.

Kolaborasi Jadi Kunci

Bupati menegaskan upaya mencegah intoleransi dan paham kekerasan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola pesantren, tokoh agama, serta masyarakat perlu membangun sinergi secara berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut penting agar pembinaan tidak berhenti setelah kegiatan atau program pendampingan selesai. Sebaliknya, nilai-nilai kebangsaan dan toleransi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Ia berharap Pondok Pesantren Al-Mutaqqin dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mandiri, terbuka, dan toleran. Pesantren juga diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

Menurut Bupati, momentum peringatan kemerdekaan juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan. Kemerdekaan tidak semata-mata dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dengan menjaga persatuan dan menolak segala bentuk intoleransi serta kekerasan.

Semangat tersebut dinilai penting untuk memastikan pesantren tetap menjadi ruang pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berkarakter, menghargai keberagaman, dan memiliki komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).