Harmony Trip Kenalkan Keberagaman Sejak Dini, Siswa SD Jelajahi Kampung Buddhis

BANYUMAS – Pendidikan mengenai toleransi dan keberagaman tidak harus selalu disampaikan melalui buku pelajaran atau ceramah di ruang kelas. Pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan yang berbeda justru menjadi cara efektif untuk menumbuhkan sikap saling menghormati sejak usia dini.

Semangat itulah yang melatarbelakangi penyelenggaraan Harmony Trip di Kampung Buddhis, Dusun Plandi, Desa Watuagung, Banyumas, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 024 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto tersebut mengajak puluhan siswa kelas VI SD Negeri 1 Gedang Kulon belajar langsung mengenai sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

Sebelum memulai tur edukasi, Ketua KKN 024 Watuagung, Ruli, mengingatkan para siswa untuk menjaga sikap selama berada di kawasan Kampung Buddhis.

“Anak-anak harus menjaga adab dan etika ketika berada di sini serta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan baik agar memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat,” ujar Ruli.

Ia menjelaskan, Harmony Trip dirancang agar para siswa tidak hanya memahami pentingnya hidup berdampingan di tengah keberagaman, tetapi juga mengenal Kampung Buddhis sebagai salah satu kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Desa Watuagung.

Selama kegiatan berlangsung, tokoh Kampung Buddhis, Tukiran, mengajak para peserta memahami sejarah agama Buddha serta filosofi berbagai perlengkapan yang digunakan dalam tradisi Buddhis.

“Setiap simbol memiliki makna. Bunga teratai, misalnya, melambangkan perjalanan menuju kesucian hidup, sementara lilin dengan berbagai warna juga memiliki filosofi tersendiri,” jelas Tukiran kepada para peserta.

Setelah sesi pengenalan, rombongan diajak mengunjungi sejumlah titik bersejarah, mulai dari ruang gamelan, Taman Lumbini, candi, Pohon Bodhi, hingga vihara lama. Di setiap lokasi, para siswa memperoleh penjelasan mengenai sejarah dan fungsi tempat tersebut sehingga proses belajar berlangsung secara interaktif.

Penanggung jawab Harmony Trip, Khikmah Tri Romadhoni, berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman belajar yang membekas bagi para peserta.

“Semoga melalui acara ini, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar nyata mengenai sejarah, budaya, sekaligus memahami konsep sederhana tentang moderasi dan toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah,” kata Khikmah.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah seorang siswa mengaku baru pertama kali mengunjungi Kampung Buddhis. Ia merasa belajar di luar kelas jauh lebih menyenangkan karena dapat melihat langsung objek yang dipelajari.

Melalui Harmony Trip, mahasiswa KKN UIN Saizu berharap pendidikan karakter, khususnya tentang moderasi beragama dan penghormatan terhadap perbedaan, tidak berhenti sebagai teori di dalam kelas, tetapi menjadi pengalaman nyata yang dapat membentuk sikap saling menghargai sejak usia dini.