NEW YORK — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu memberikan peringatan terkait eksistensi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang menjadi ancaman serius bagi perdamaian internasional. Meski operasi kontraterorisme yang berkelanjutan telah berhasil melemahkan kepemimpinan ISIS di Timur Tengah, kelompok ekstremis tersebut masih terus mengembangkan taktik baru.
Kepala Kantor Wakil Sekretaris Jenderal untuk Kontraterorisme, Oguljeren Niyazberdiyeva, di hadapan Dewan Keamanan PBB memaparkan bahwa struktur organisasi ISIS saat ini justru semakin tersebar. Kelompok tersebut dinilai tetap tangguh karena jaringan afiliasinya dipersatukan oleh ideologi ekstremis yang sama dan terus memanfaatkan lingkungan keamanan yang rapuh di berbagai negara.
“Terlepas dari upaya internasional, ISIS terus menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” kata Niyazberdiyeva saat memaparkan laporan terbaru Sekretaris Jenderal mengenai ancaman ISIS kepada dewan tersebut, seperti dikutip Anadolu, Kamis (6/8/2026).
Menurut Niyazberdiyeva, ancaman paling nyata saat ini berada di wilayah Afrika, khususnya kawasan Sahel dan Cekungan Danau Chad, di mana afiliasi ISIS terus memperluas jangkauan operasionalnya. Selain itu, perkembangan lanskap politik di Suriah usai penutupan kamp al-Hol pada bulan Februari turut memicu kekhawatiran keamanan global karena ribuan individu masih belum jelas keberadaannya.
Di wilayah Irak, tekanan kontraterorisme diklaim telah membatasi kemampuan ISIS secara signifikan. Namun, Niyazberdiyeva menegaskan bahwa pencapaian tersebut harus dikonsolidasikan melalui institusi keadilan yang kuat serta upaya rehabilitasi.
Selain mengeksploitasi kawasan konflik bersenjata, ISIS dan kelompok afiliasinya kini semakin gencar memanfaatkan teknologi baru. Mereka diketahui mulai menggunakan kecerdasan buatan (AI), komunikasi terenkripsi, platform digital, aset virtual, hingga sistem pesawat nirawak (drone) untuk memuluskan operasi, yang menuntut komunitas global agar terus memperbarui respons kolektifnya.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!