Moderasi Beragama Jadi Kunci Menjaga Persatuan di Tengah Polarisasi Media Sosial

Berau – Wakil Bupati Berau Gamalis menegaskan pentingnya memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya polarisasi di media sosial. Menurutnya, kemajuan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru yang harus dihadapi bersama agar tidak mengganggu kerukunan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gamalis saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kalimantan Timur di Berau, Selasa (4/8/2026).

Dalam sambutannya, Gamalis menggambarkan bagaimana media sosial telah membentuk polarisasi yang membuat setiap kebijakan maupun tindakan pemerintah kerap dipersepsikan secara berbeda oleh kelompok masyarakat.

“Hampir ada bahasa itu, apapun yang kita lakukan pasti salah. Karena sudah ada blok atau kubu-kubu. Jika kita melakukan A, maka yang pro akan membela, yang non-pro akan kontra, begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam menjaga kohesi sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Karena itu, diperlukan ruang dialog, komunikasi, dan sikap saling menghormati agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang mengancam persatuan.

Gamalis menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menghadirkan rasa aman, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama menjadi pondasi utama yang tidak boleh ditawar untuk membendung paham-paham yang kontraproduktif dengan persatuan bangsa,” katanya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai seperti toleransi, saling menghormati, dialog, dan semangat gotong royong merupakan warisan luhur bangsa Indonesia yang harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat.

“Sikap saling menghormati, toleransi, dialog, dan gotong royong merupakan nilai-nilai luhur yang harus terus kita pelihara sebagai karakter masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Berau juga menyampaikan apresiasi kepada FKUB tingkat kabupaten maupun provinsi yang selama ini dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah.

Menurut Gamalis, FKUB memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama, menyerap aspirasi masyarakat, memberikan edukasi mengenai pentingnya kerukunan, serta memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan melalui dialog dan musyawarah sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kerukunan umat beragama merupakan sebuah pondasi yang sangat penting. Ketika pondasi ini rapuh, maka hal-hal lain seperti perekonomian dan pembangunan akan runtuh. Tetapi jika kuat, pembangunan akan jauh lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis, Pemerintah Kabupaten Berau menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Daerah FKUB se-Kalimantan Timur pada tahun 2027.

Gamalis berharap forum tersebut mampu melahirkan berbagai gagasan dan strategi kolaboratif untuk memperkuat kerukunan umat beragama serta menjaga stabilitas sosial di Kalimantan Timur.

“Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin kita mampu menjaga ini semua. Marilah kita terus menjaga keberagaman sebagai sebuah kekuatan demi masa depan Kabupaten Berau yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.