Polewali Mandar – Sebanyak 400 pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Polewali Mandar mengikuti Kemah Rohani Islam (Rohis) yang digelar di SMA Negeri 1 Campalagian pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi wadah pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, sekaligus mempererat ukhuwah antarpelajar.
Pembukaan Kemah Rohis dihadiri sejumlah pejabat dari unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta dunia pendidikan. Mewakili Bupati Polewali Mandar hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Pd., M.M. Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat diwakili oleh Katim Pendidikan Agama Islam (PAI), Dra. Hj. Derma.
Turut hadir Pengawas Satuan Pendidikan H. Syarif, S.Pd., M.Pd. yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Kasi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar H. Muh. Mimsyad, S.Ag., M.M., Pokjawas Kemenag Polewali Mandar, para kepala SMA dan SMK se-Kabupaten Polewali Mandar, serta guru-guru Pendidikan Agama Islam.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat. Acara diawali dengan penampilan tim marawis yang membawakan lagu-lagu Islami, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Rohis sebagai simbol semangat persatuan, nasionalisme, dan komitmen pelajar dalam membangun karakter religius.
Kemah Rohis secara resmi dibuka oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang diwakili Pengawas Satuan Pendidikan, H. Syarif, S.Pd., M.Pd. Prosesi pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sekolah, dan berbagai pihak yang telah bersinergi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme ratusan pelajar yang mengikuti perkemahan sebagai sarana pembinaan generasi muda.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai agenda pembinaan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial.
Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpelajar, Kemah Rohis juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, serta wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini, para peserta didorong menjadi pelajar yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai Islam yang damai, inklusif, dan menghargai keberagaman.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!