Jakarta – Di tengah berkembangnya ancaman radikalisme yang semakin banyak memanfaatkan ruang digital, Polda Metro Jaya memperkuat ketahanan ideologi aparatur melalui program Penguatan Komitmen Kebangsaan dan Nilai Toleransi bagi Pegawai Negeri pada Polri (PNPP). Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan agar seluruh personel memiliki daya tangkal terhadap penyebaran paham intoleran dan ekstrem yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (30/7/2026), dibuka oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono. Hadir sebagai narasumber Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan BMBP SDM Kementerian Agama RI Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., serta Tenaga Ahli Kepala BNPT Bidang SDM, Kombes Pol. (Purn.) Drs. Sutriyono.
Dalam sambutannya, Brigjen Dekananto menegaskan bahwa penguatan komitmen kebangsaan merupakan bagian penting dalam menjaga profesionalisme dan integritas aparatur Polri. Menurutnya, setiap personel, termasuk PNPP, harus menjadikan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pijakan utama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat kepada Polri merupakan amanah yang harus dijaga. Hal itu hanya dapat diwujudkan apabila setiap personel memiliki integritas, menjunjung tinggi nilai kebangsaan, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk paham yang bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tantangan terhadap persatuan bangsa kini tidak selalu hadir dalam bentuk ancaman fisik. Penyebaran informasi dan narasi melalui media digital dinilai menjadi salah satu jalur yang dapat memengaruhi cara pandang seseorang apabila tidak disikapi secara kritis.
Karena itu, menurutnya, penguatan ketahanan ideologi menjadi kebutuhan agar personel Polri mampu memilah informasi secara bijaksana serta tidak mudah terpengaruh oleh propaganda yang berpotensi menggerus semangat kebangsaan.
Brigjen Dekananto juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
“Semangat kebangsaan harus menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas. Personel Polri diharapkan mampu menjadi teladan dalam menghargai keberagaman, menjaga persatuan, dan memperkuat soliditas bangsa,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya berharap seluruh aparatur semakin siap menghadapi tantangan kebangsaan yang terus berkembang, sekaligus memperkuat budaya toleransi sebagai fondasi pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.
Selain membangun kapasitas individu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan institusi Polri melalui peningkatan pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan, moderasi, dan toleransi. Dengan bekal tersebut, setiap personel diharapkan mampu menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat tanpa terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!