Membentengi Generasi Muda Banggai dari Paham Intoleran dan Hoaks Melalui Literasi Digital serta Wawasan Kebangsaan

Banggai – Ancaman intoleransi, penyebaran hoaks, dan propaganda radikalisme di era digital menuntut kesiapsiagaan pembentukan karakter generasi muda secara proaktif.  Guna membentengi para pelajar dari infiltrasi narasi adu domba, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) merangkul puluhan peserta didik tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Banggai melalui pelatihan literasi digital dan seminar kebangsaan. Kegiatan strategis yang digelar di Luwuk ini bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Banggai. 

Sebanyak 82 pelajar diajak mendalami kecakapan bermedia sosial yang cerdas, sementara 50 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), komunitas relawan, serta pelajar mengikuti pembekalan ideologi persatuan. External Relation Manager DSLNG, Pradipta Sidi, menegaskan pentingnya kolaborasi ini demi mencetak generasi penerus yang berkarakter kuat dan tahan terhadap provokasi. Kegiatan seminar dan pelatihan ini diadakan pada Senin (28/7/2026).

“Saya memandang bahwa di tengah pesatnya arus informasi digital saat ini, generasi muda kita sangat rentan terpapar narasi hoaks, ujaran kebencian, hingga paham intoleran yang berpotensi memecah belah persatuan. Oleh karena itu, melalui pembekalan literasi digital bagi 82 peserta didik di Banggai ini, saya ingin memastikan mereka memiliki kemampuan menyaring informasi dengan kritis, mengenali bahaya hoaks, serta memahami etika bermedia sosial secara bijaksana,” ungkap External Relation Manager DSLNG, Pradipta Sidi. 

Dirinya menambahkan, saat ini para pemuda semua dituntut untuk semakin cerdas, cepat, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. Pradipta berharap pelatihan ini mampu memperkuat kapasitas dan mendorong kebiasaan digital yang lebih aman, bermakna, serta positif bagi masa depan anak-anak.

Selain membekali siswa dengan kecakapan digital, DSLNG juga berkolaborasi dengan akademisi untuk memperkokoh fondasi kebangsaan masyarakat Luwuk Banggai. Seminar kebangsaan menghadirkan pemateri Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Mohammad Nur Ahsan. 

Nur Ahsan mengupas tuntas pentingnya merawat kebhinekaan di tengah dinamika masyarakat yang dinamis. Pembekalan wawasan kebangsaan ini menjadi modal sosial yang amat krusial agar generasi muda tidak mudah tergiur oleh ideologi ekstremis yang kerap memanfaatkan ruang digital untuk merusak toleransi dan kerukunan.

Pradipta Sidi pun menekankan, “Dalam seminar kebangsaan yang melibatkan jajaran OPD, relawan, dan para pelajar ini, saya sengaja menggandeng akademisi untuk menekankan pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, dan memupuk rasa cinta Tanah Air.”

Ia berharap seluruh peserta dapat mewujudkan nilai-nilai wawasan kebangsaan tersebut dalam tindakan nyata sehari-hari, seperti saling menghormati perbedaan, memelihara toleransi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang berintegritas adalah fondasi paling utama dalam menciptakan masyarakat Banggai yang tangguh, inklusif, dan tidak mudah terprovokasi oleh agenda radikalisme.

Sinergi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan akademisi ini membuktikan bahwa penanganan bahaya radikalisme memerlukan pendekatan komprehensif yang menyentuh akar pemikiran pemuda. Melalui penguasaan teknologi yang bijak dan pemahaman Pancasila yang kokoh, para pelajar Banggai kini memiliki perisai ganda dalam menghadapi ancaman intoleransi.

“Saya memiliki harapan besar agar generasi muda Kabupaten Banggai tidak hanya adaptif terhadap kemajuan teknologi, tetapi juga tetap teguh menjunjung tinggi nilai persatuan, integritas, dan kepedulian terhadap bangsa. Saya berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi bersama para pemangku kepentingan guna menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata dalam membentengi masyarakat dari ancaman radikalisme dan ekstremisme,” pungkas Pradipta Sidi.