Serangan Teror pada Sekelompok Masa di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

BERLIN — Otoritas penegak hukum Jerman tengah menyelidiki insiden sebuah mobil van putih yang menabrak kerumunan ratusan ribu massa di kawasan Tiergarten, pusat kota Berlin, pada Sabtu malam (25/7). Insiden maut yang menewaskan satu orang perempuan dan melukai 25 orang lainnya tersebut diduga kuat merupakan serangan teroris yang terafiliasi dengan kelompok ISIS.

“Semua yang kita lihat di sini menunjukkan bahwa ini adalah serangan teror Islamis,” ujar Menteri Dalam Negeri, Alexander Dobrindt, dikutip dari Suara.com.

Berdasarkan laporan surat kabar Bild yang dikutip Antara, tersangka utama dalam serangan tersebut telah diidentifikasi bernama Abdul Ballut (21). Setelah menabrak kerumunan orang, pelaku menabrakkan kendaraannya ke sebuah pohon lalu melarikan diri dari lokasi kejadian. Pihak keamanan setempat menduga kuat bahwa warga negara Jerman keturunan Lebanon tersebut adalah pendukung kelompok radikal ISIS.

Otoritas keamanan dilaporkan telah mengantongi informasi komprehensif mengenai keterkaitan Ballut dengan kelompok radikal serta keyakinan ideologisnya. Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt juga mengonfirmasi bahwa pelaku memiliki riwayat tindak kriminal yang sangat panjang.

Menurut laporan Die Welt, sebelum melancarkan aksi dugaan teror ini, Ballut pernah berurusan dengan kepolisian terkait kasus penganiayaan berat dan pemerasan. Tersangka bahkan diketahui baru saja dibebaskan dari lembaga pemasyarakatan remaja pada bulan Mei lalu.

Pemerintah Jerman kini menegaskan bahwa seluruh bukti dan petunjuk di lapangan mengarah kuat pada aksi terorisme berbasis paham ekstremis.