Paus Leo XIV Serukan Dialog serta Kesetaraan Martabat Kemanusiaan di Timur Tengah

Vatikan – Upaya membendung gelombang intoleransi, radikalisme, dan aksi kekerasan militer di kawasan Timur Tengah kembali disuarakan secara lantang oleh pemimipink spiritual Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV. Dalam Doa Angelus yang berlangsung khidmat di Castel Gandolfo, beliau menyampaikan pesan kontranarasi yang kuat terhadap logika peperangan dan ekstremisme yang terus menelan korban jiwa. 

Di tengah situasi konflik yang kian memanas di Tanah Suci, Paus Leo XIV menegaskan bahwa kekerasan tidak akan pernah menjadi jalan keluar bagi permasalahan kemanusiaan. Beliau menuntut penghentian segera aksi militer dan mengajak seluruh pihak untuk kembali ke meja perundingan demi menegakkan perdamaian yang berkeadilan. Pesan ini ia sampaikan pada Minggu (19/7/2026). 

“Saya terus mengikuti perkembangan situasi di Tanah Suci dengan keprihatinan yang sangat mendalam akibat eskalasi kekerasan yang tiada henti,” ujar Paus Leo XIV saat menyampaikan seruan perdamaian tersebut. 

“Saya melihat betapa banyaknya warga sipil tak berdosa yang baru-baru ini menjadi korban, baik di Tepi Barat maupun di Gaza. Oleh karena itu, saya secara tegas menyerukan agar seluruh pihak segera kembali ke meja negosiasi guna mencapai solusi politik yang adil. Solusi tersebut harus didasarkan pada penghormatan atas martabat yang setara serta hak-hak yang sama bagi setiap pribadi manusia. Saya menolak keras segala bentuk tindakan militer lanjutan dan keputusan sepihak yang merusak kerukunan, khususnya tindakan yang melanggar penghormatan dan status quo tempat-tempat suci milik setiap keyakinan agama.”

Pesan tegas Bapa Suci ini menjadi penolak narasi radikalisme dan klaim sepihak yang kerap mengasongkan nama agama untuk melegitimasi kekerasan. Penyerangan dan operasi militer berskala besar tidak hanya menghancurkan infrastruktur vital seperti akses air bersih dan listrik, tetapi juga mengancam kehidupan jutaan warga sipil. 

Dalam perspektif pencegahan konflik, Paus menekankan bahwa jalan diplomasi adalah satu-satunya mekanisme rasional dan bermartabat untuk menghentikan penderitaan rakyat serta mencegah penyebaran paham ekstremis yang memicu kebencian antarkelompok.

“Saya memperbarui seruan mendesak saya terkait kondisi yang kian memburuk di seluruh wilayah Timur Tengah. Saya menyaksikan bagaimana intensifikasi operasi militer telah sekali lagi membawa gelombang kekerasan dan kehancuran, menempatkan nyawa warga sipil yang tak terhitung jumlahnya dalam bahaya besar, serta memperparah krisis pasokan air minum dan listrik,” tegas Paus Leo XIV.

“Saya mendesak semua pihak yang terlibat untuk segera menghentikan serangan mereka dan tanpa menunda lagi membuka kembali saluran dialog serta diplomasi. Hanya melalui jalan damai itulah perdamaian yang sangat didambakan oleh seluruh masyarakat di wilayah tersebut dapat terwujud secara nyata,” tambahnya.

Seruan Paus Leo XIV ini mempertegas komitmen global dalam menolak segala bentuk ekstremisme dan kekerasan yang mengancam eksistensi manusia. Melalui pendekatan diplomasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, beliau mengingatkan masyarakat internasional bahwa perdamaian sejati hanya dapat dibangun di atas fondasi toleransi, dialog interaktif, dan keadilan sosial yang merata bagi semua golongan tanpa terkecuali.

“Saya mengajak kita semua untuk terus berdoa bagi seluruh umat manusia di mana pun berada yang saat ini sedang menderita akibat kecamuk perang. Saya berdoa semoga Tuhan menyentuh hati dan menerangi pikiran mereka yang memegang tanggung jawab kepemimpinan, agar semangat rekonsiliasi, toleransi, dan perdamaian yang sejati dapat segera menang serta menguasai sanubari kita semua,” pungkas Paus Leo XIV.