Jakarta Barat Libatkan Tokoh Masyarakat Perkuat Kewaspadaan Hadapi Ancaman Radikalisme

Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan terorisme dengan melibatkan tokoh masyarakat hingga pengurus lingkungan dalam program peningkatan kewaspadaan terhadap potensi ancaman di tingkat wilayah.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bertajuk Peningkatan Kewaspadaan terhadap Ancaman Terorisme dan Gerakan Radikalisme yang digelar di Ruang Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (24/7). Kegiatan yang diinisiasi Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Barat itu diikuti sekitar 80 peserta yang berasal dari unsur RT/RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), tokoh agama, serta tokoh masyarakat dari delapan kecamatan.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim, mengatakan upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat keamanan. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam membangun daya tangkal terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu persatuan.

“NKRI adalah rumah besar kita yang sudah final. Ancaman radikalisme dapat memanfaatkan situasi global, kondisi ekonomi, hingga dinamika anak muda. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila,” ujar Firmanudin.

Ia menilai penguatan wawasan kebangsaan dan semangat persatuan menjadi modal utama agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mengarah pada intoleransi, radikalisme, maupun kekerasan.

Sementara itu, Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat, Tumpal Hasiholan Matondang, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan dini melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengenali berbagai indikasi penyebaran paham radikal.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat di tingkat lingkungan sangat penting karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dengan dinamika kehidupan sehari-hari di wilayah masing-masing.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman terorisme dan radikalisme serta mendorong peran aktif masyarakat dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi ancaman di wilayah Jakarta Barat,” kata Tumpal.

Untuk memperkaya perspektif peserta, kegiatan menghadirkan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi Desa, yang memaparkan strategi nasional pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan. Selain itu, Pembina Yayasan Lingkar Perdamaian, M. Nasir Abas, turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya pendekatan dialog, edukasi, dan pelibatan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikal.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berharap lahir jejaring masyarakat yang semakin tanggap terhadap berbagai potensi ancaman, sehingga upaya menjaga keamanan, kerukunan, dan persatuan dapat dilakukan secara kolaboratif mulai dari lingkungan terkecil hingga tingkat kota.