BENGKAYANG – Organisasi kepemudaan dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat persatuan masyarakat, terutama di daerah perbatasan yang memiliki keragaman suku, agama, dan budaya. Karena itu, generasi muda didorong menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, mulai dari penyalahgunaan narkoba, judi daring, intoleransi, hingga paham radikalisme.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkayang, Antonius Freddy Romy, saat menjadi narasumber pada kegiatan Pembinaan Organisasi Kepemudaan yang diselenggarakan DPD KNPI Bengkayang dalam rangka memperingati HUT ke-53 KNPI, Kamis (23/7).
Menurut Antonius, hingga Semester I 2026 terdapat 154 organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) yang telah terdaftar di Kesbangpol Bengkayang. Organisasi tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari kepemudaan, suku, budaya, hingga keagamaan.
Ia menilai keberadaan organisasi-organisasi tersebut menjadi modal sosial penting untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Peran organisasi kepemudaan sangat penting untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memajukan pembangunan, mencerdaskan kehidupan berbangsa, mengembangkan kebudayaan, serta menjaga kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat,” ujar Antonius.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Antonius mengingatkan bahwa generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat dinilai berpotensi memengaruhi masyarakat apabila tidak disikapi secara kritis.
Karena itu, ia mengajak para pemuda memiliki kemampuan menyaring informasi sehingga tidak mudah terpengaruh hoaks maupun narasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Selain disinformasi, ia juga menyoroti ancaman lain yang perlu diwaspadai, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian daring, intoleransi, radikalisme, hingga rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Pemuda harus menjadi pilar bangsa sekaligus motor penggerak pembangunan. Mereka harus mampu bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga persatuan dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif di Kabupaten Bengkayang,” katanya.
Sebagai wilayah perbatasan yang dihuni masyarakat dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam, Bengkayang dinilai membutuhkan keterlibatan aktif organisasi kepemudaan untuk memperkuat kohesi sosial sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto mengatakan kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, sinergi dengan organisasi kepemudaan menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas kamtibmas.
Ia menilai para pemuda memiliki jangkauan yang lebih luas di tengah masyarakat sehingga dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam membangun kesadaran hukum sekaligus memperkuat persatuan.
“Kami sangat membutuhkan kerja sama organisasi kepemudaan. Tanpa sinergi tersebut akan sulit menjangkau masyarakat. Pemuda memiliki peran penting untuk menjaga kamtibmas dan menjadi pemersatu bangsa, khususnya di wilayah perbatasan,” ujar Suparwoto.
Di sisi lain, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bengkayang Albert Pandur Sae Pudaba menegaskan organisasinya akan terus mendorong sembilan organisasi kepemudaan yang berada di bawah naungan KNPI agar semakin aktif menjalankan kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan organisasi kepemudaan tidak cukup hanya aktif secara administratif, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata melalui penguatan persatuan, kepedulian sosial, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kami ingin organisasi kepemudaan tidak hanya eksis secara organisasi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat melalui penguatan persatuan, kepedulian sosial, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” kata Albert.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!