BOGOR – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperluas jejaring kemitraan dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal dan ekstremisme berbasis kekerasan. Kali ini, BNPT menjalin sinergi dengan Organisasi Islam Mathla’ul Anwar untuk memperkuat edukasi, literasi, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan hingga menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran BNPT dan pengurus Mathla’ul Anwar di Kantor Pusat BNPT, Selasa (21/7/2026). Kerja sama ini dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan sosial melalui keterlibatan organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis komunitas luas.
Kepala BNPT Eddy Hartono S.I.K., M.H., menegaskan bahwa upaya pencegahan terorisme tidak dapat mengandalkan pemerintah semata. Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus menyebarkan nilai-nilai moderasi, persatuan, dan cinta tanah air.
“Tugas kami merumuskan, mengoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan serta strategi penanggulangan terorisme. Mathla’ul Anwar kami harapkan dapat berkolaborasi dalam melakukan edukasi dan literasi kepada masyarakat,” ujar Eddy.
Ia menjelaskan strategi BNPT dalam pencegahan terorisme bertumpu pada tiga pendekatan utama, yakni kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi. Ketiga pilar tersebut dinilai akan lebih efektif apabila dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan yang memiliki jaringan hingga tingkat desa.
Menurut Eddy, semakin luas keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan, semakin kuat pula daya tahan publik terhadap penyebaran propaganda maupun ideologi kekerasan yang kini berkembang melalui berbagai saluran, termasuk ruang digital.
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Masa Khidmat 2026–2031, KH. Jazuli Juwaini, menyatakan organisasinya siap mendukung langkah-langkah BNPT dalam memperkuat ketahanan masyarakat. Ia menilai persoalan terorisme merupakan tantangan kebangsaan yang memerlukan kerja sama lintas sektor.
“Kami sangat berharap bahwa persoalan-persoalan bangsa, termasuk terorisme, yang tentu tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi saja, dapat kita kolaborasikan. Kami sebagai organisasi Islam juga memiliki tanggung jawab kebangsaan,” kata Jazuli.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Mathla’ul Anwar menyatakan kesiapan mendukung implementasi Program Desa Siapsiaga yang dikembangkan BNPT, khususnya di Provinsi Banten, wilayah yang memiliki ikatan historis dengan lahirnya organisasi tersebut.
Melalui kolaborasi ini, BNPT berharap edukasi mengenai bahaya radikalisme dan ekstremisme dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Penguatan literasi kebangsaan, nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun daya tangkal terhadap berbagai bentuk penyebaran ideologi kekerasan sekaligus menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!