Pemkab Gresik Luncurkan Sekolah Moderasi Beragama, Tanamkan Toleransi Sejak Hari Pertama Masuk Sekolah

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik mulai menerapkan program Sekolah Moderasi Beragama sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut diluncurkan bertepatan dengan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak untuk menanamkan nilai toleransi, kebangsaan, dan sikap antikekerasan kepada peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

Peluncuran program dilakukan di UPT SMP Negeri 1 Gresik, Senin, bersamaan dengan pembukaan MPLS Ramah Anak yang diikuti para siswa baru.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang membentuk karakter peserta didik agar tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan menghargai perbedaan.

“Mari wujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh semangat belajar sehingga setiap peserta didik dapat memulai perjalanan pendidikannya dengan percaya diri dan bahagia,” ujar Yani.

Menurutnya, konsep Sekolah Moderasi Beragama mengajarkan cara pandang yang seimbang dalam menjalankan ajaran agama dengan tetap menghormati keberagaman, menjauhi sikap ekstrem dan fanatisme, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Ia berharap seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Gresik dapat mengembangkan program serupa sebagai bagian dari pendidikan karakter, sehingga lahir generasi yang toleran, berakhlak mulia, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Harapannya, Sekolah Moderasi Beragama dapat menjadi rujukan dalam membentuk karakter peserta didik yang menghargai perbedaan dan memperkuat persatuan,” katanya.

Usai membuka MPLS, Bupati Gresik juga meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali berjalan pada hari pertama masuk sekolah setelah libur semester.

Dalam peninjauan tersebut, Yani mengapresiasi kesiapan pihak sekolah dan penyedia makanan dalam memastikan distribusi MBG berlangsung lancar.

Ia mengatakan pelaksanaan program yang telah berjalan selama satu tahun perlu terus dijaga kualitasnya, baik dari sisi kebersihan, keamanan pangan, maupun kecukupan gizi.

“Saya mengapresiasi kesiapan pihak sekolah dan penyedia menu di hari pertama masuk sekolah. Beberapa siswa juga berharap menu MBG dilengkapi dengan susu. Kami berharap kualitas, kebersihan, serta porsi makanan tetap terjaga,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap penerapan Sekolah Moderasi Beragama dan keberlanjutan Program MBG dapat saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung perkembangan akademik, tetapi juga membangun karakter, kesehatan, dan semangat kebersamaan peserta didik.