NGAWI – Sebanyak 320 siswa baru SMP Negeri 2 Ngawi, Jawa Timur, mendapatkan pembekalan mengenai bahaya radikalisme dan ekstremisme pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026). Materi tersebut diberikan oleh personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sebagai bagian dari penguatan karakter dan wawasan kebangsaan sejak dini.
Kegiatan MPLS diawali dengan upacara pembukaan yang ditandai prosesi penyerahan peserta didik baru dari orang tua kepada pihak sekolah. Setelah itu, para siswa mengikuti pengenalan lingkungan sekolah serta berkenalan dengan guru dan tenaga kependidikan.
Di sela rangkaian kegiatan tersebut, sekolah menghadirkan narasumber dari Densus 88 Antiteror untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyebaran paham radikalisme dan ekstremisme yang kini dinilai semakin mudah menjangkau kalangan remaja.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 2 Ngawi, Purwanto, mengatakan MPLS tidak hanya bertujuan membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru, tetapi juga membekali mereka dengan pemahaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, termasuk ancaman ideologi ekstrem.
“Tujuan MPLS adalah agar anak-anak dapat beradaptasi dengan lingkungan SMPN 2 Ngawi, mengenal para guru, serta memahami budaya sekolah. Kami juga menghadirkan Densus 88 karena adanya temuan bahwa paham radikalisme dan ekstremisme mulai menyasar usia setelah jenjang sekolah dasar. Hal ini menjadi perhatian kami agar siswa memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya ekstremisme,” ujar Purwanto.
Menurutnya, edukasi sejak awal masa sekolah diharapkan dapat membangun kesadaran siswa untuk lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi, terutama yang diperoleh melalui media digital dan media sosial.
Selain itu, pihak sekolah berharap seluruh rangkaian MPLS dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga peserta didik baru mampu mengenal lingkungan sekolah dengan baik sekaligus memperoleh bekal positif sebelum memulai proses pembelajaran.
“Harapan kami, anak-anak dapat mengikuti MPLS dengan lancar, merasa nyaman di lingkungan sekolah, serta memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru yang akan menjadi bekal selama menempuh pendidikan di SMP,” katanya.
Sebanyak 320 peserta didik baru SMPN 2 Ngawi dijadwalkan mengikuti seluruh rangkaian MPLS selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Selain pengenalan lingkungan sekolah, kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai materi penguatan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan pendidikan antiperundungan sebagai bagian dari pembentukan profil pelajar yang berkarakter.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!