Lumajang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memperkuat sinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai upaya menjaga kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan toleran, sekaligus memperkuat langkah pencegahan radikalisme di daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, bersama jajaran pengurus FKUB Lumajang di Ruang Kerja Wakil Bupati, Kamis (9/7/2026).
Dalam pertemuan itu, FKUB memaparkan sejumlah agenda prioritas kepengurusan periode 2026–2030. Selain rencana pengukuhan pengurus baru, forum tersebut juga mengusulkan penyediaan sekretariat, kendaraan operasional, hingga pelaksanaan Kemah Moderasi Beragama yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026 di kawasan Glagah Arum, Kecamatan Senduro.
Kegiatan tersebut dirancang menjadi ruang perjumpaan bagi pemuda lintas agama untuk memperkuat dialog, toleransi, semangat kebangsaan, serta persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Lumajang.
Tak hanya itu, FKUB juga mengusulkan kerja sama yang lebih erat dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lumajang dalam program pencegahan radikalisme, peningkatan literasi digital, serta edukasi penggunaan media sosial secara bijak melalui rumah-rumah ibadah dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menyambut baik berbagai usulan tersebut. Menurutnya, FKUB memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial melalui penguatan kerukunan antarumat beragama.
“FKUB memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama. Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen mendukung berbagai program FKUB karena kerukunan merupakan fondasi penting bagi terciptanya pembangunan daerah yang aman, damai, dan kondusif,” kata Yudha.
Ia menegaskan, keberagaman yang dimiliki Kabupaten Lumajang merupakan modal sosial yang harus terus dipelihara melalui komunikasi, dialog, dan kolaborasi antarelemen masyarakat.
Menurutnya, suasana yang rukun akan menciptakan ruang yang kondusif bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berusaha, hingga berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Karena itu, Pemkab Lumajang berkomitmen memperkuat sinergi dengan FKUB, Kesbangpol, Kementerian Agama, tokoh agama, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan program moderasi beragama, memperluas literasi digital, serta memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikal yang berpotensi mengganggu persatuan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah berharap nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan gotong royong terus tumbuh sebagai fondasi menciptakan Lumajang yang aman, inklusif, dan harmonis di tengah keberagaman.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!