Pertemuan Uskup se-Asia Momentum Tunjukkan Harmoni Indonesia kepada Dunia

JAKARTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta diajak berperan aktif menyukseskan penyelenggaraan pertemuan para uskup se-Asia yang akan digelar di Jakarta pada 20–27 Juli 2026. Agenda berskala internasional tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperlihatkan komitmennya dalam merawat kerukunan antarumat beragama.

Ajakan itu disampaikan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Anton Sinaga, saat memimpin apel pagi di halaman Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Anton, forum tersebut akan mempertemukan para uskup dari berbagai negara Asia untuk membahas perkembangan Gereja Katolik sekaligus memperkuat kerja sama pastoral di kawasan. Kepercayaan yang diberikan kepada Jakarta sebagai tuan rumah, kata dia, merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk menampilkan wajah Indonesia yang damai dan toleran.

“Pertemuan ini bukan hanya menjadi agenda Gereja Katolik, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Para uskup nantinya akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Terowongan Silaturahmi sebagai simbol kuat harmoni dan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Mari kita bersama-sama mendoakan dan mendukung agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar,” ujar Anton dikutip dari laman resmi Kemenag RI.

Ia menilai kunjungan peserta ke Masjid Istiqlal dan Terowongan Silaturahmi akan menjadi pesan kuat kepada dunia mengenai praktik kehidupan beragama yang harmonis di Indonesia.

Selain menyoroti agenda internasional tersebut, Anton mengingatkan seluruh unit kerja agar segera menyusun laporan kinerja Triwulan II seiring dimulainya semester kedua tahun 2026. Penyusunan laporan dinilai penting sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja.

Dalam arahannya, ia juga mengajak seluruh ASN untuk mempertahankan disiplin kerja, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.

Anton turut menekankan pentingnya implementasi program ekoteologi melalui langkah sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan perkantoran. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan botol minuman sekali pakai dan membiasakan membawa tumbler sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Apel pagi tersebut diikuti para pejabat administrator, Pembimbing Masyarakat lintas agama, ketua tim kerja, serta ASN di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan publik, integritas aparatur, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama di ibu kota.