Kemah Bela Negara, upaya Generasi Muda untuk Menangkal Penyebaran Paham Radikalisme dan Terorisme di Garut

Garut – Kegiatan Kemah Bela Negara yang diseleggarakan hasil kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme  Republik Indonesia (BNPT RI) bersama Pemerintah Kabupaten Garut dan Jaga Tunas Indonesia yang diselenggarakan di Patriot Camping Groud, Kab. Garut pada Rabu-Jumat (8-10/7/2026) bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan kebutuhan yang krusial dan strategis’ bagi ketahanan generasi muda yang ada di  Kabupaten Garut dalam menangkal sekaligus deteksi dini terhadap penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

Hal tersebut dikatakan  Bupati Garut  Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU, dalam sambutannya dihadapan para pelajar SMP, SMA, Mahasiswa, Ormas, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat saat membuka acara Kemah Bela Negara dengan tema Kader Muda Harmoni yang berlangsung di Ballroom Graha Patriot Resort, Kab. Garut, Rabu (8/7/2026).

“Kolaborasi semua pihak adalah kunci keberhasilan penanganannya. kegiatan ini merupakan ikhtiar strategis BNPT bersama Jaga Tunas Indonesia untuk merawat kesadaran kebangsaan sejak dini,” ujar Bupati Garut  Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin,.

Karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini menurutnya bukanlah warisan yang datang dengan sendirinya. Namun NKRI ini adalah rumah besar yang dibangun di atas kesepakatan luhur para pendiri bangsa, sehingga menuntut penjagaan aktif dari setiap generasi.

“Kehadiran ‘100 Kader Muda Harmoni’ pelajar SMP, SMA, Santri Pesantren, Mahasiswa, Purna Paskibraka, dan Pramuka  di tempat ini adalah bukti nyata bahwa regenerasi patriotisme kita berjalan dengan baik. kalian adalah representasi keberagaman yang dirajut dalam satu benang merah,  yaitu Harmoni dan Cinta Tanah Air,” ujar Bupati Garut.

Pihaknya juga mencermati perkembangan terkini terkait paparan konten kekerasan dan narasi ekstremisme yang kini merambah ruang digital, termasuk melalui game online yang telah menyentuh lingkungan pelajar.

“Dimana ancaman ideologis tidak lagi bersifat fisik semata  tetapi sudah hadir di genggaman anak-anak muda bangsa ini setiap hari,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya berterima kasih atas kedatangan jajaran BNPT yang juga bersinergi dengan Jaga Terus Indonesia, dengan mengajak warga Garut khususnya generasi muda untuk lebih memaknai lagi mengenai wawasan kebangsaan untuk mencegah intoleran dan radikalisme. Karena hal ini sangat penting bahwa nilai-nilai kebangsaan ini harus kita wariskan kepada anak-anak atau generasi muda berikutnya.

“Kami berharap dengan kegiatan ini akan ada agent of change. Ada agen-agen harmoni dari anak-anak kita yang 100 orang ini dan juga nanti mungkin juga disebar disebarkan kepada yang lainnya, terkait dengan rasa kebangsaan tadi.  Dimana  bangsa yang dibangun atas dasar toleran. Atas dasar keyakinan keberagaman yang membuat kekuatan bersama. Jadi tidak kemudian dipermasalahkan perbedaan, tapi lebih kita fokus pada kebersamaan yang kita inginkan. Kita ingin jadi bangsa yang maju, sejahtera dan kuat,” ujar Bupati Garut.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Garut juga menjelaskan, dalam perspektif tata kelola pemerintahan, penguatan jiwa bela negara tidak dapat dilepaskan dari upaya preventif terhadap ancaman ideologi. Ancaman radikalisme dan ekstremisme tentunya akan terus bermetamorfosis, menyasar ruang digital dan juga para generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa ini.

Sebagai wujud komitmen kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pemerintah Kabupaten Garut telah menerbitkan Peraturan Bupati nomor 143 tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanggulangan Paham Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada Terorisme di Kabupaten Garut tahun 2023-2024.

Bahkan di tingkat nasional, telah terbit Peraturan Presiden nomor 8 tahun 2026 sebagai pengganti Perpres nomor 7 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Paham Ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme tahun 2026-2029 (RAN PE).

“Terbitnya Perpres ini menjadi momentum besar bagi daerah untuk menyinkronkan kembali seluruh program pencegahan dan deradikalisasi, termasuk melalui penyusunan regulasi daerah yang baru, agar mampu mengakomodasi berbagai persoalan aktual dalam pencegahan aksi kekerasan di kalangan generasi muda,” ujarnya mengakhiri.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala BNPT RI, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, S.ik., MH, yang didampingi Deputi bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra Radikalisasi, Mayjen TNI Sudaryanto, SE., M.Han., Direktur Pencegahan Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi, SH., MH., Kasubdit Kontra Propaganda Kolonel Cpl. Hendro Wicaksono, SH., M.Krim., Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Kolonel Sus. Dr. Haryanto, M.Pd, serta Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Jawa Barat (FKPT Jabar), RR. Desy Priantni.

Tamu undangan lain yang hadir diantaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kakesbangpol) Jabar, Drs. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si,, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut H.S. Fahmi, S.Ip., Dandim 0611/Garut Letkol Inf Fahrisal Efendi Sinaga, S.I.P, pewakilan Korem 062/Tarumanegara, perwakilan Kapolres Garut serta para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang ada di Kabupaten Garut.