Garut – Generasi muda bangsa utamanya anak-anak dan remaja diminta untuk selalu berhati-hati dan mewaspadai dalam menyikapi perkembangan teknologi digital yang semakin maju dan modern utamanya media internet atau dunia maya. Karena dengan kemajuan tersebut bukan tidak mungkin dunia maya ini akan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok intoleran, radikalisme dan terorisme untuk merekrut anggotanya, utamanaya kaum anak dan remaja.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Komjen Pol. (Purn) Eddy Hartono, S.Ik., MH, dalam keynote speech dihadapan para pelajar SMP, SMA, Mahasiswa, Ormas, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat pada pembukaan acara Kemah Bela Negara dengan tema Kader Muda Harmoni yang berlangsung di Ballroom Graha Patriot Resort, Kab. Garut, Rabu (8/7/2026).
“Kami sudah melakukan penelitian Penelitian terhadap berkas perkara pidana terorisme. Ada 720 berkas yang kami himpun dari hasil keterangan para tersangka terorisme. Nah, di sana dapat diungkap bahwa yang pertama, media internet menjadi media yang paling efektif untuk melakukan tiga hal. Yang pertama, rekrutmen, yang kedua, propaganda, dan yang ketiga adalah pendanaan terorisme,” ujar Kepala BNPT Komjen Pol. (Purn) Eddy Hartono.
Dijelaskan Kepala BNPT kalau tiga hal tersebut sekarang ini telah dilakukan oleh jaringan terorisme dan simpatisan terorisme di ruang digital. Dimana sejak akhir 2024 hingga awal 2025 lalu pemerintah sudah dapat mencegah kurang lebih 260 anak di bawah umur yang terpapar paham radikal terorisme di ruang digital atau media sosial melalui platform TikTok, YouTube, Facebook, Telegram, kemudian juga ada di game online.
“Yang kemarin kebanyakan melalui game online namanya Roblox. Jadi kami sudah kerjasama dengan Menteri Komdigi dan unsur intelijen lain, baik itu Badan Siber Sandi Negara, BAIS TNI, Densus 88 ya, kami bersatu padu untuk melakukan mitigasi,” ujar Kepala BNPT menjelaskan dihadapan tamu undangan termasuk jajaran Forkopimda Kabupaten Garut ini.
Dalam acara yang dibuka oleh Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU, tersebut Kepala BNPT menjelaskan kalau Kementrian Komunikasi dan Digital beberapa waktu lalu sudah mengundang pemilik game Roblox dari Amerika. Hal ini dikarena pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) yang mana PP Tunas ini turunan dari Undang-Undang ITE.
“Nah di situ dijabarkan bagaimana pengaturan pengelolaan tata kelola penyelenggaraan informasi elektronik. Jadi Roblox sudah bersedia. Karena di dalam fiturnya game online itu ada fitur voice chat yang digunakan kelompok radikal terorisme dalam merekrut anggotanya utamanya yang tidak disadari oleh kaum anak-anak dan remaja saat bermain game Roblox tersebut yang masuk melalui fitur tersebut,” ujar Kepala BNPT sembari menjelaskan alur upaya perekrutan melalui game tersebut.

Oleh karena itu melalui kegiatan Kemah Bela Negara yang diikuti tidak kurang sebanyak 100 orang pelajar dan mahasiswa yang ada di Garut ini Kepala BNPT mengatakan bahwa kegiatan ini adalah satu komponen unsur dari kegiatan Kesiapsiagaan Nasional dalam menjaga para generasi muda dan juga masyarakat pada umumnya agar terhindar dari upaya penyebaran paham radikal terorisme dan juga upaya rekrutmen yang dilakukan kelompok tersebut.
“Saya terima kasih kepada masyarakat Garut bersama organisasi Jaga Tunas Indonesia yang bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Garut yang sudah menginisiasi untuk mengadakan Kemah Bela Negara. Apalagi disini hadir ada mahasiswa, ada SMA, ada SMP. Kenapa kok SMP, SMA, mahasiswa? Karena di era sekarang digital ini yang menjadi sasaran untuk rekrutmen yang dilakukan oleh jaringan terorisme adalah anak-anak dan pemuda. Ini yang harus diwaspadai oleh kalian semua,” ujar alumni Akpol tahun 1990 ini
Kepada para peserta Kemah Bela Negara tersebut Kepala BNPT berpesan agar generasi muda harus menguatkan nilai-nilaii kebangsaan, nilai cinta tanah air dan juga menjaga kearifan local. “Tadi Pak Bupati sudah menyampaikan bagaimana local wisdom itu sangat membantu, mengeliminir atau membangun resilience, ketahanan berbasis komunitas di masyarakat, baik itu seniman, budayawan, kemudian apa intelektual. Hal itu yang perlu kita terus kembangkan, dibangun sehingga capai-capaian dari pemerintah itu bisa terwujud dengan baik,” ujar mantan Direktur Penegakkan Hukum BNPT ini.
Dalam kesempatan tersebut Kepala BNPT juga menyampaikan bahwa situasi perkembangan terorisme di Indonesia sendiri dari tahun 2022 sampai saat ini Indonesia masih dihindarkan dari kejadian peristiwa terorisme. Hal ini dikarenakan aparatur pemerintahnya, baik itu aparat penegak hukum, unsur intelijen, pemerintah daerah, tokoh masyarakat bersatu padu.
“Jadi selama empat tahun terakhir ini ada kurang lebih 27 rencana serangan teror itu dapat digagalkan Nah ini tidak lepas dari peran Bapak Ibu yang hadir saat ini di sini. Sebelum tahun-tahun dahulu masyarakat itu dulu takut melapor. Tapi sekarang luar biasa, masyarakat sekarang melaporkan, nah itu yang memudahkan, Sehingga perkembangan penyebaran paham radikal terorisme itu tertekan,” ujar mantan Kepala Detasemen Khusus (Kadensus) 88/Anti Teror Polri ini mengakhiri.
Dalam kesempatan tersebut Kepala BNPT tampak didampingi Deputi bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra Radikalisasi, Mayjen TNI Sudaryanto, SE., M.Han., Direktur Pencegahan Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi, SH., MH., Kasubdit Kontra Propaganda Kolonel Cpl. Hendro Wicaksono, SH., M.Krim., Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Kolonel Sus. Dr. Haryanto, M.Pd, serta Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Jawa Barat (FKPT Jabar), RR. Desy Priantni.
Tamu undangan lain yang hadir diantaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kakesbangpol) Jabar, Drs. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si,, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut H.S. Fahmi, S.Ip., Dandim 0611/Garut Letkol Inf Fahrisal Efendi Sinaga, S.I.P, pewakilan Korem 062/Tarumanegara, perwakilan Kapolres Garut serta para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang ada di Kabupaten Garut
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!