Perwira Marinir Indonesia Raih Penghargaan Internasional Lewat Kajian Kontraterorisme di Beijing

Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit TNI Angkatan Laut di kancah internasional. Perwira Korps Marinir, Kolonel (Mar) Yudo Herdyanto, meraih penghargaan Outstanding Paper dalam forum pertahanan internasional The 9th International Defense Forum yang digelar di Beijing, China.

Perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan XLV tahun 1999 itu memperoleh penghargaan atas karya ilmiahnya yang mengulas dinamika ancaman terorisme di Asia Tenggara serta pentingnya penguatan kerja sama regional dalam menghadapi ancaman keamanan yang terus berkembang.

Dalam forum yang diselenggarakan oleh National Defense University of the People’s Liberation Army tersebut, Jumat lalu, Yudo mempresentasikan makalah berjudul From Lone Wolf to Regional Resilience: Assessing Southeast Asia’s Counter-Terrorism Cooperation in an Era of Evolving Threats.

Melalui kajiannya, ia menyoroti perubahan pola ancaman terorisme, termasuk meningkatnya aksi pelaku tunggal (lone wolf), sekaligus menawarkan pentingnya kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat sistem pencegahan dan ketahanan regional menghadapi ancaman lintas negara.

Presentasi tersebut mendapat apresiasi dari para akademisi dan pakar pertahanan yang hadir dalam forum internasional tersebut hingga akhirnya dinobatkan sebagai karya ilmiah terbaik.

Saat ini, Kolonel Yudo tengah mengikuti pendidikan 50th Defence and Strategic Studies Course di National Defense University of the People’s Liberation Army, Beijing.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa sumber daya manusia TNI AL mampu berkontribusi secara akademis di tingkat internasional.

“Prestasi tersebut menjadi bukti nyata kualitas sumber daya manusia TNI AL yang mampu bersaing di tingkat global melalui kontribusi akademik serta pemikiran strategis di bidang pertahanan. Keberhasilan ini sekaligus semakin memperkuat citra Indonesia dalam forum-forum pertahanan internasional,” ujar Tunggul dalam keterangan Dispenal, Senin (29/6).

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen TNI AL dalam membangun kualitas perwira yang tidak hanya unggul di lapangan, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan wawasan strategis untuk menjawab tantangan keamanan global.

Ia menambahkan, prestasi Yudo sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang terus mendorong terwujudnya prajurit TNI AL yang profesional, adaptif, berintegritas, dan mampu berkiprah di forum internasional guna mendukung kepentingan nasional.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi Indonesia dalam isu keamanan global tidak hanya diwujudkan melalui operasi militer, tetapi juga melalui pemikiran strategis dan pengembangan kajian akademik di bidang pertahanan dan kontraterorisme.