MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus memperluas penguatan literasi digital hingga ke wilayah kepulauan. Melalui program Kominfo Makassar Goes To School, para pelajar tidak hanya dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak, tetapi juga diajak memahami ancaman radikalisme dan kejahatan digital yang berkembang di ruang siber.
Program yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Makassar itu berlangsung di SMP 28 Barrang Lompo pada Kamis (4/6/2026) dan berlanjut di SMP 39 Barrang Caddi sehari berikutnya.
Kegiatan dipimpin Kepala Bidang Persandian Kominfo Makassar, Abram, dengan melibatkan tim dari Densus 88 Antiteror Polri sebagai mitra edukasi dalam memberikan pemahaman mengenai bahaya penyebaran paham radikal melalui media digital.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah kehadiran narasumber yang merupakan mantan pelaku tindak pidana terorisme dan kini menjadi mitra dalam program pencegahan radikalisme. Melalui pengalaman pribadinya, narasumber tersebut berbagi cerita mengenai dampak buruk keterlibatan dalam jaringan radikal sekaligus mengajak para pelajar lebih kritis terhadap berbagai ajakan yang beredar di media sosial.
Selain membahas pencegahan radikalisme, peserta juga mendapatkan materi mengenai literasi digital yang disampaikan oleh perwakilan Diskominfo Makassar, Sudding. Materi tersebut menitikberatkan pada pentingnya menjaga keamanan informasi dan memahami berbagai risiko di ruang digital.
Para siswa dikenalkan dengan beragam bentuk kejahatan siber, seperti penipuan daring, penyebaran hoaks, perundungan digital (cyberbullying), hingga pentingnya melindungi data pribadi saat beraktivitas di internet.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi PP Tunas sebagai upaya memperkuat pemahaman regulasi sekaligus membangun karakter generasi muda yang bertanggung jawab dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.
Kepala Bidang Persandian Kominfo Makassar, Abram, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membentuk generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan daya tahan terhadap berbagai pengaruh negatif di ruang digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut generasi muda memiliki kemampuan menyaring informasi serta memahami berbagai risiko yang dapat mengancam masa depan mereka apabila menggunakan media sosial tanpa literasi yang memadai.
Melalui Kominfo Makassar Goes To School, Pemerintah Kota Makassar berharap pemerataan literasi digital tidak hanya dinikmati pelajar di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah kepulauan. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cakap digital, bijak bermedia sosial, serta memiliki ketahanan terhadap penyebaran hoaks, radikalisme, dan berbagai bentuk kejahatan siber di era digital.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!